Foto : Kerajinan Keramik Plered Purwakarta Ekspor Berbagai Benua

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Kabupaten Purwakarta, ternyata tak hanya terkenal dengan kuliner khas dan destinasi wisatanya saja. Tapi, ada kerajinan kriya buatan home industri masyarakat lokal yang juga sangat termasyur. Bahkan, produk ini terkenal hingga ke beberapa benua.

Kerajinan kriya ini, salah satunya tersentral di Kecamatan Plered. Adapun produk tangan masyarakat sekitar yang menjadi ciri khas itu, di antaranya Keramik hias, Tembikar, ‎Pot Bunga dan genteng.

Sampai saat ini, para perajin kriya di kecamatan yang posisinya sebelah Barat‎ dari pusat kota itu terus menunjukan prestasi. Bahkan, tak tanggung-tanggung kriya hasil kerajinan mereka ini bisa tembus pasar ekspor ke wilayah Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Keramik Plered, ‎Bambang Mega Wahyu membenarkan terkait hal itu. Data di pihaknya mencatat, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ekspor kerajinan khas wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.

"Permintaan pasar ekspor cukup tinggi. Setiap tahun, terus mengalami peningkatan," ujar Bambang, Kamis (26/4/2018).

Pada 2014 lalu misalnya, kata Bambang, keramik khas Plered yang dikirim ke luar negeri mencapai 75 kontainer. Lalu, tahun berikutnya atau pada 2015‎ jumlah ekspor naik menjadi 80 kontainer.

Kemudian, pada 2016 lalu ekspor keramik kembali mengalami kenaikan menjadi‎ 112 kontainer. Sedangkan, di 2017 kemarin ekspor produk kriya ini menembus 120 kontainer.

Dia menjelaskan, sebenarnya permintaan ekspor ini sangat tinggi. Sayangnya, para perajin keramik di wilayah ini belum bisa 100 persen memenuhi permintaan pasar luar negeri ini.

Adapun keramik yang di ekspor ke berbagai negara ini setiap tahunnya minimalnya mencapai 100 ribu Picis.‎ Untuk keramik yang banyak diminati oleh warga dari berbagai benua ini di antara jeni Gerabah, Keramik hias dan Pot Bunga.

Foto : Kerajinan Keramik Plered Purwakarta Ekspor Berbagai Benua

"Sebenarnya, ekspor 100 ribu‎ picis keramik ini masih kurang. Karena, permintaan pasar ekspor ini sangat tinggi," jelas dia.

Dia menambahkan, yang menjadi salah satu kendala tak terpenuhinya permintaan ekspor ini, yakni terbatasnya jumlah perajin. Saat ini, di wilayahnya hanya ada sekitar 221 perajin.
 
"Dari dulu jumlah perajin hanya segitu-gitu saja. Karena, minat generasi muda untuk belajar membuat kerajinan kriya ini sangat minim," jelas dia.

Untuk itu, dia berharap, kedepan ada sinergitas antara perajin dengan Dinas Pendidikan setempat. Supaya, para pelajar bisa didorong untuk menekuni kerajinan yang menjadi warisan nenek moyang itu.

Dalam hal ini, Litbang Keramik Plered siap jika hendak dijadikan laboratorium bagi pelajar untuk mengenal berbagai jenis keramik berikut cara membuatnya.

"Kami sangat terbuka, jika ada pelajar yang ingin belajar membuat keramik. Bahkan, kami siap membntu untuk memandu," tambah dia.
 
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Didi Garnadi menambahkan, siap mendorong supaya kerajinan kriya ini masuk dalam pelajaran muatan lokal di setiap sekolah. Sehingga, para siswa bisa memiliki kemampuan membuat keramik yang juga menjadi ikon kabupaten tersebut.

"Kerajinan kriya ini harus ada generasi penerus. Supaya keberadaannya tidak punah," ujarnya.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY

ucapan hari jadi purwakarta hanura

IMG 20180718 WA0016

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)