Foto : Ist.

DEPOK, headlinejabar.com

Keluarga Pasien BPJS Kesehatan salah satu rumah sakit di Depok, kecewa lantaran kurangnya sosialisasi terkait pemberian obat Simvastatin (penurun kolestrol jahat).

Keluarga kecewa, pasalnya pasien yang disebut didiagnosa Diabetes Hypertensi, pada saat menebus obat di bagian farmasi diberikan copy resep untuk menebus sejumlah obat yang di farmasi tidak ada, salah satunya Simvastatin.

Diketahui, Simvastatin adalah obat yang digunakan bersamaan dengan diet dengan fungsi untuk membantu menurunkan kolesterol dan lemak jahat (seperti LDL, trigliserida) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Memang di farmasi sendiri terdapat pemberitahuan harus melampirkan hasil lab untuk jenis obat tertentu, salah satunya Simvastatin.

Keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya, menghampiri apotek yang bekerja sama dengan BPJS, sampainya di sana, pasien diminta untuk memperlihatkan hasil lab, padahal hasil lab sendiri diambil oleh pihak RS HGA. Alhasil pasien tak bisa mendapatkan obat tersebut.

"Saya gak tahu kalau harus bawa hasil lab, pihak RS memberikan copy resep aja, gak bilang kalau harus membawa hasil lab, lagi pula hasil diambil oleh pihak RS. Padahal sudah ada resep dari dokter, berarti tidak percaya dong dengan apa yang sudah diresepkan," ujar pasien dengan kesal, Senin (2/7/2018).

Sementara itu kepala BPJS Kota Depok dr Maya tidak memberikan klarifikasi apapun terkait keluhan warga yang merasa di rugikan oleh pihak RS.

REPORTER : YOPI SETYABUDI
EDITOR : DICKY ZULKIFLY

Iklan Ucapan Pelantikan Bupati

IMG 20180718 WA0016

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)