Foto : PGI Imabu Tak Beri Angin dan Simpati Kepada Pelaku Terorisme.

JAKARTA, headlinejabar.com

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan sikap, bahwa tindakan terorisme tidak bisa dibenarkan dan tidak diajarkan oleh agama apapun.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Umum PGI, Pendeta Krise Gosal, mewakili lembaganya menanggapi peristiwa teror bom di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur. 

"Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apapun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih," ujar Krise dalam acara jumpa pers di Graha Oikumene, Salemba Jakarta Pusat, kemarin.

PGI berpendapat  hanya kesesatan berpikir yang dapat membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme atas nama agamanya.

Dirinya mengimbau kalangan pemuka dari semua agama lebih serius mewaspadai kemunculan para pendukung kekerasan dan tindak terorisme.

Pemuka agama dapat berperan mendukung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memberantas kelompok-kelompok teroris yang mengancam NKRI.

"Kami mengimbau para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya," tutur Krise. 

REPORTER : YUSUF STEFANUS
EDITOR : DICKY ZULKIFLY

klik disini

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)