Foto : Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yose Rizal mengaku dibuat penasaran tentang Purwakarta oleh pemberitaan di berbagai media.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yose Rizal mengaku dibuat penasaran tentang Purwakarta oleh pemberitaan di berbagai media. Dia dan rombongan berkunjung ke Diskominfo Purwakarta untuk mempelajari hal tersebut.

Massifnya pemberitan program daerah ini memang menjadikan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai bupati terpegah Tahun 2017. Menurut Indonesia Indicator (I2), selama tahun tersebut dia diberitakan sebanyak 11.570 atau rata-rata 34 berita per hari.

“Selama ini kami mendapatkan banyak informasi tentang Purwakarta melalui media. Kok, kami jadi semakin penasaran. Makanya kami berkunjung kemari,” kata Yose, di kompleks Setda Purwakarta, Kamis (29/3/2018).

Yose dan rombongan mengaku ingin mempelajari tips dan trik agar program daerah di Riau diketahui oleh publik. Bukan hanya dalam tatanan regional melainkan dikenal luas secara nasional.

Menurut Yose, terdapat satu ciri khas dalam karakter pemberitaan di Purwakarta yang sudah menjadi trademark, yakni kultur Jawa Barat. Karena itu, dia menegaskan ingin mengadopsi langkah-langkah yang sudah diterapkan di Purwakarta.

“Khasnya yang kami telaah adalah promosi kebudayaan. Itu selalu ada dalam pemberitaan di Purwakarta. Karena itu, kami ingin sekali melihat cara bagaimana itu dilakukan, tetap modern tanpa melupakan kultur daerah,” ucapnya.

Atas nama Diskominfo Purwakarta, Kepala Bidang Aplikasi dan Telematika Iyus Djunaedi mengapresiasi niatan Dinas Kebudayaan Riau secara kelembagaan. Dia berterima kasih telah memilih Purwakarta sebagai objek studi banding.

“Ini merupakan penghargaan bagi kami di Purwakarta. Ya, beginilah adanya, semoga ada yang bisa dipelajari. Kami berterima kasih apabila ada program di Purwakarta yang akan diadopsi oleh Provinsi Riau,” kata Iyus merendah.

Modern Berbudaya

Terkait program yang modern namun tetap berbasis kultur budaya, Iyus menyebut Purwakarta memiliki aplikasi Ogan Lopian. Nama aplikasi itu diberikan oleh mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sesuai nama senjata milik Bhatara Kresna. Dia merupakan penasehat Arjuna selama Perang Bharatayudha berlangsung.

“Kami memiliki Ogan Lopian. Aplikasi modern berbasis pelayanan publik tetapi kaya unsur budaya, dari namanya saja sudah ‘culture’ sekali,” jelasnya.

Dalam Ogan Lopian terdapat beberapa menu seperti Sampurasun Bursa Kerja, Sampurasun Ambulance, Sampurasun Bidan dan Sampurasun Dokter. Warga Purwakarta yang sedang mengalami gangguan keamanan pun dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan memilih menu Samputasun Polisi.

“Menunya bisa digunakan oleh warga Purwakarta saja, semua layanan ini khusus untuk warga Purwakarta,” pungkas Iyus.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY

klik disini

ucapan idulfitri hanura

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)