ANNAS Ajak HMI Kenali Islam Lebih Dalam

Foto : Sekretaris ANNAS Purwakarta, Awod Abdul Ghadir

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Kabupaten Purwakarta menyayangkan sikap yang ditunjukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta selaku wadah mahasiswa Islam terbesar. ANNAS prihatin dan menilai HMI awam dan tidak mengkaji isu yang berkembang secara mendalam.

“Berkaitan dengan statemen Ketua Umum HMI Purwakarta, Hamzah Zaelani kami merasa prihatin. Hamzah tidak memahami betul apa itu Syiah, bagaimana bahayanya Syiah dan apa itu ANNAS. Kenapa wajib adanya ANNAS, bahwa faham Syiah telah melecehkan, mencaci maki Sahabat Rasul Abubakar, Umar, Usman juga Istri Rasul Aisya dan Hafshoh,” jelas Sekretaris ANNAS Purwakarta, Awod Abdul Ghadir menjawab statemen Ketum Hamzah.

Dilanjutkan Awod, ANNAS memandang Syiah berbahaya, merusak dan mengganggu akidah Sunni. Sebagaimana isu yang berkembang di Indonesia, dan Syiah dipandang sebagai aliran sesat dan membahayakan. Sehingga, kata Awod, perlu akidah Sunni dibentengi dengan upaya perlindungan. Menurutnya, ANNAS sejauh ini memposisikan diri sebagai kelompok yang membentengi akidah Sunni.

“Dan ANNAS wajib terus mengkonsolidasikan dan mensosialisasikan atas keberadaan Syiah yang ada di Purwakarta. ANNAS merupakan salah satu Ormas yang legal sesuai SK Menkumham. Maka bukan suatu gerakan anarkis, radikal atau ekstrim. Tapi merupakan Ormas yang simpatik, berwibawa dan Ormas dakwah,” ungkap Awod.

Dengan demikian, ditegaskan Awod, pernyataan Ketua Umum HMI Purwakarta berlebihan dan awam. Awod menyarankan mahasiswa Islam yang ada di Purwakarta kembali belajar Islam. Sehingga, tidak termakan dengan isu-isu pembenaran seputar kelompok sesat.

“Kurang belajar Islam secara mendalam dan luas. Adapun hal data pengikut Syiah, itu merupakan rahasia kami. Kami harap HMI dapat audiensi guna bertabayun, taaruf bersama dengan ANNAS agar lebih memahami betul dan pandai belajar hal aliran faham Syiah,” ungkap Awod.

Berkenaan dengan sikap HMI yang tidak menginginkan adanya dampak spekulatif dari kelompok Syiah yang merasa terganggu, Awod menampik hal itu hanya sebatas prediksi. Adapun bila kelompok mereka yang memulai membuat gerakan kegaduhan dan berbuat anarkis sehingga mengganggu ketentraman umat Sunni, ANNAS Purwakarta tidak akan tinggal diam.

“Kami siap menghadapi dan menghadangnya. Karena ini urusannya dengan akidah. Akidah Sunni wajib diselamatkan. Dan kami ANNAS sudah membentuk organisasi hingga 17 kecamatan. Dan dua atau tiga bulan ke depan, harus terbentuk sampai tingkat desa,” tegas Awod. 

Di akhir pembicaraan, ANNAS mewanti-wanti kelompok Sunni akan perkembangan aliran sesat dalam hal ini Syiah. Termasuk, bersikap hati-hati terhadap kelompok yang seolah mendukung dan berupaya melindungi akan keberadaan Syiah.

“Jadi, yang takut dan khawatir akan perlawanan Syiah, besar dugaan mereka peminat Syiah. Waspadalah kaum Sunni atas keberadaan Syiah di Indonesia dan di Purwakarta pada khususnya,” pungkas Awod.(dzi)