Rizieq Syihab Klarifikasi Ucapan “Campur Racun”

Foto : Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, merespons kritik dan protes masyarakat Sunda yang menilai dirinya telah menyampaikan ucapan kebencian atau hate speech dengan mengganti salam sampurasun menjadi campur racun.

Rizieq meminta masyarakat Sunda berpikir jernih dalam memahami pernyataannya terkait sampurasun. Dia menjelaskan, sampurasun adalah ucapan selamat bagi masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Menurut dia, sampurasun dapat dipergunakan selama tidak dijadikan sebagai pengganti salam assalamualaikum.

“Sampurasun sebagai adat Sunda yang mempunyai makna sangat baik dan amat bagus serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan selama tidak dijadikan sebagai pengganti syariat assalamualaikum,” kata Rizieq seperti diwartakan media online nasional, Rabu (25/11/2015).

Dia mengatakan hal itu supaya pengucapan sampurasun tidak menjadi sarana mengadu domba antara adat istiadat dan syariat Islam karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaannya.

Dalam hal ini, Rizieq mengkritik kampanye yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Menurut dia, Dedi mulai meninggalkan salam assalamualaikum dan menggantinya dengan salam adat Sunda sampurasun.

Video Rizieq saat berceramah beredar di YouTube dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video itu, dia memelesetkan salam sampurasun dengan pernyataan campur racun. Saat itu, Rizieq diketahui tengah berceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.

Atas pernyataan itu, sebanyak 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) melaporkan pentolan FPI itu ke Polda Jawa Barat. 

Atas pernyataan itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga berharap Rizieq segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda.(net/red)