Tagih Uang Kencan, Waria Bernama Vanesa Malah Ditikam “Lagi”

Foto : Tubuh Vanesa bercucuran darah usai ditikam golok oleh AN teman kencannya yang tak terima ditagih terus uang sisa jasa kencan

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Habis manis, golok menikam. Demikian ungkapan yang saat ini marak jadi perbincangan, usai peristiwa yang menimpa Vanesa salah seorang Waria di Purwakarta.

Alih-alih menagih utang dari sisa pembayaran jasa kencan, Vanesa malah ditikam “lagi” oleh AN (29) teman kencannya. Kali ini tikamannya jauh lebih sakit karena menggunakan benda yang lebih tajam, yakni golok.

AN mengamuk membabi buta melayangkan golok ke tubuh Vanesa lantaran kesal dimintai uang kencan, Minggu (27/12/2015) pagi. Akibatnya Vanesa terluka di bagian kepala, tangan dan perut. Vanesa baru-baru ini diketahui bernama asli Suhendi, tinggal di sebuah kost kawasan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta.

“Dia janjiin mau ngasih duit gocap. Usai kencan, saya tagih, dia malah ngasih Rp20 ribu. Diminta bayar kekurangannya dia malah marah,” ungkap Vanesa kepada sejumlah wartawan, Minggu (27/12/2015) siang tadi.

Diakui Vanesa, ia menahan kartu identitas dan STNK pelaku karena ingkar janji. Namun pelaku berang. Vanesa, terluka parah dengan darah terus bercucuran sesaat golok yang dihujamkan pelaku menancap di kepala, tangan dan perut.

AN lantas berusaha kabur namun diamankan warga. Setelahnya polisi tiba ke lokasi dan menggiring AN ke kantor polisi. Sedangkan Vanesa dilarikan ke RSUD Bayu Asih.

Vanesa juga bekerja di salah satu jasa salon di Pasawahan. Sebelum kejadian, Vanesa terus memintai janji yang belum ditepati. Sisa uang Rp30 ribu dari sisa pembayaran kencan yang belum terbayarkan oleh AN. AN lantas mengamuk dan langsung menyerang korban. Korban ambruk bersimbah dan meraung kesakitan. Kasusnya kini ditangani Satreskrim Polres Purwakarta

Saat diinterogasi, AN mengaku telah membacok kepala dan perut korban. Pelaku juga mengaku emosi lantaran terus menerus ditagih uang sisa pembayaran kencan, yang semula dijanjikan Rp50 ribu, dan baru dibayar Rp20 ribu. Atas kebringasannya, pelaku kini harus mendekam di tahanan aparat.

“Saya kesal karena terus ditagih, padahal sudah saya kasih 20 ribu, tapi malah nahan STNK dan KTP saya,” kata Andi.(jem)