Gedung Juang Rencananya Disulap Jadi Diorama Nusantara

Foto : Bale Panyawangan Diorama Tatar Sunda Purwakarta

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Purwakarta Tri Hartono menyebutkan, jika pembangunan Diorama Nusantara tengah dipersiapkan. Adapun tempat yang dibidik, antara lain Gedung Juang yang berlokasi di Jl KK Singawinata. Sebelumnya, Diorama Nusantara dipilih akan dubangun di Gedung Kembar II bersebelahan dengan Diorama Tatar Sunda.

“2016 ini direncanakan mulai pembangunan. Saat ini tengah dilakukan pembahasan. Tempatnya dipastikan di Kantor Gedung Juang. Namun, untuk di Gedung Juang, Pemkab harus merehab ulang karena bangunan sudah tua,” terang dia.

Terkait rencana pembangunan Bale Panyawangan Diorama Nusantara, masyarakat Purwakarta sudah menunggu pembangunan kantor arsip berbasis digital tersebut. Kebanyakan merasa kagum saat melihat Diorama Tatar Sunda yang mengemas sejarah kesundaan dalam bentuk digital dan audiovisual. Dikabarkan, pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta turut akan membangun Diorama Nusantara.

Banyak warga Purwakarta mengaku kagum dengan konsep kantor arsip di kotanya. Namun, ia sering bingung dengan jadwal kunjungan bagi masyarakat umum khususnya di Bale Panyawangan Tatar Sunda. Bahkan, Sintia menyebut sering kebingungan saat mengunjungi diorama.

“Bagus saya bangga jadi orang Purwakarta. Satu satunya daerah di Purwakarta yang punya kantor arsip sebagus diorama. Saya sering berkunjung di hari-hari biasa saat waktu kunjungan umum. Namun, untuk jadwal kunjungannya belum semua tahu,” jelas Hilman (25) warga Jalan Baru Nagrikaler.

Kepala Kantor Arsip Daerah Kabupaten Purwakarta Nina Meinawati SH mengatakan, dengan Diorama Tatar Sunda, Arsip Daerah Purwakarta sebelumnya terpilih oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (BAPUSIPDA) Provinsi Jawa Barat selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) terbaik di Jawa Barat. Kemudian, Arsip Daerah Purwakarta ikut seleksi pemilihan LKD terbaik tingkat nasional dan keluar sebagai juara umum 3.

“Dengan inovasi kerasipan yang dikemas semenarik ini menjadi kebanggaan bersama. Kantor arsip tidak mesti terkesan kaku. Begitupin Diorama Purwakarta selalu terbuka untuk umum dan gratis tanpa pungutan biaya apapun bagi masyarakat yang berkunjung,” jelas Nina.

Saat ditanya kapan pembangunan Diorama Nusantara dimulai, Nina menjawab hal tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari. Namun saat ini tengah dilakukan pengkajian akademis terkait materi yang akan diisi dalam Diorama Nusantara.

“Itu semua tergantung kebijakan pak bupati. Dengan berbagai inovasi, Bupati Purwakarta bisa menyulap kantor arsip menjadi objek wisata. Ini bagus. Dari awal berdiri Februari 2015 lalu, diorama sudah menerima 20 ribu tamu,” ungkap dia.(jem)