Jenazah Nurhayati Tiba di Kampung Halaman Kamis Malam

Foto : Jenazah Nurhayati tiba di kediaman orang tuanya di Kampung Cikirai, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta itu pada Kamis (20/1/2016) malam

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Jenazah Nurhayati (22)  Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cikirai, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya.

Keluarga tidak menyangka janda tiga anak yang meninggal di tempat kerjanya di Dubai, Uni Emirat Arab 3 November 2015 lalu, itu jasadnya bisa dipulangkan. Dengan diantar mobil ambulans, jenazah Nurhayati tiba di kediaman orang tuanya di desa itu pada Kamis (20/1/2016) malam dan jenazahnya dimakamkan kemarin pagi. Kedaatangan jasadnya pun disambut isak tangis keluarga dan kerabat Nurhayati.

“Terima kasi. Kami tidak menyangka jenazah anak kami bisa dipulangkan,” ujar Hendi ,51, ayah tiri Nurhayati saat ditemui di kediamannya sepulang memakamkan jasad anak tirinya yang dua tahun berkerja sebagai TKW tersebut.  

Selama ini, keluarga sudah pasrah dengan kondisi Nurhayati. Sebelumnya pihak pemerintahan desa setempat dan keluarga sepakat sudah merelakan Nurhayati dimakamkan di Abu Dhabi. Namun kabar kematian warga Purwakarta ini terdengar pemerintah kabupaten setempat. Hingga akhirnya membantu kepulangan jenazah Nurhayati.

“Ya tidak menyngka jenazahnya bisa dipulangkan. Padahal kami sendiri sudah pasrah. Kami berterima kasi kepada pihak pemrintah,”ujar Hendi.

Seperti diketahui, Nurhayati bekerja sebagai tenaga kerja informal di Dubai sejak dua tahun lalu. Pemkab Purwakarta menyatakan Nurhayati pergi ke negeri di timur tengah itu secara illegal. Pasalnya karena kepergiannya tidak terdata di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta.

Tudingan TKW asal Purwakarta berangkat secara ilegal ini, tidak dibantah pihak keluarga. Hendi mengaku kalau anaknya tirinya berangkat dari Kabupaten Kerawang. Itu karena ada larangan tegas dari Pemkab Purwakarta agar tidak memberangkatkan warganya menjadi TKW ke timur tengah. “Karena di Purwakarta ketat, maka dia berangkat dari Karawang,”ujar Hendi.(jem)