Dinkes Purwakarta Siaga Virus Zika

Foto : Ilustrasi Virus Zika, sumber, Istimewa

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta saat ini tengah mewaspadai kemungkinan adanya kasus penyakit dari virus Zika. Selain waspada virus berbahaya ini, Kabupaten Purwakarta siaga penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang telah memakan lima korban jiwa.

Kasi Penanggulangan Penyakit, Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Purwakarta, dr Meisera Pramayanti menjelaskan, Virus Zika merupakan jenis Flavivirus dari kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA. Kaitan penyebaran virus Zika yang kini telah melanda Amerika latin, Brasil dan Kolombia. Bahkan disebutkan penyebaran virus ini telah sampai ke Eropa dan Asia.

“Kasus virus Zika terjadi di luar negeri tapi tetap harus diwaspadai. Dari informasi, tahun 1984 virus ini pertama kali diisolasi dari tubuh monyet di Hutan Zika Uganda. Penamaan virus Zika diambil dari nama hutan tempat asal virus ini diisolasi. Penularan virus Zika sama mirip dengan kasus penyakit DBD oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Dengue yang menyebabkan demam berdarah Dengue,” tutur dr Meisera.

Seperti diketahui, bulan Januari kemarin Dinas Kesehatan Purwakarta telah menerima lebih dari 51 laporan pasien DBD bahkan telah merenggut lima korban jiwa tiga diantaranya adalah anak-anak hingga akhir bulan Januari 2016. Selain membawa virus Dengue dan virus Zika, nyamuk Aedes Aegypti juga menyebarkan virus Chikungunya.

“Yang membedakan virus Zika dengan virus Dengue adalah pada pasien infeksi Zika mata pasien akan merah akibat radang konjungtivits dan pasien akan merasakan sakit kepala.Pekan ini media nasional banyak mengangkat pemberitaan virus Zika yang menyebabkan kelahiran bayi dengan kepala kecil (mikrosefali) dari berbagai laporan di luar negeri utamanya Brasil,” jelas dia.

Dijelaskan, ibu mengandung yang terinfeksi Zika besar kemungkinan melahirkan bayi dengan kelainan fisik dan terganggunya perkembangan otak. Pemerintah Daerah Purwakarta melalui Dinas Kesehatan sendiri mewaspadai kemungkinan adanya kasus infeksi virus Zika.

“Gejala pasien yang terserang virus Zika, yaitu adanya demam mendadak, lemas, kemerahan pada punggung, kaki dan kulit badan serta nyeri otot sendi,” tutur Mei.(ays)