Presiden Jokowi Jenguk Cucu Pertama

Foto : Presiden Joko Widodo saat tiba di RS Muhammadiyah Solo untuk menjenguk kelahiran cucu pertamanya. Sumber, istimewa

SOLO, headlinejabar.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjenguk cucu pertamanya yang telah lahir pada Kamis (10/3/2016) pagi kemarin di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta.

Jokowi tiba pada Kamis malam pukul 21.03 waktu setempat, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung menuju kamar inap dari mantu Presiden Selvi Ananda. “Alhamdulillah saya telah menjadi kakek,” ucap Jokowi usai melihat cucu pertamanya.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka putra pertama dari Presiden dan ayah dari cucu pertama Presiden itu memberitahukan nama bayi kepada wartawan. “Jan Ethes Srinarendra,” ucap Gibran.

Gibran menjelaskan bahwa arti dari nama bayinya adalah Jan memiliki arti sangat atau sekali, Ethes berarti cekatan dan Srinarendra adalah pemimpin yang cerdas. “Siapa yang memberikan namanya?” tanya wartawan. “Ya, bapaknya dong,” ucap Gibran. Meski Gibran mengakui bahwa Presiden juga turut memberikan usulan nama kepada anak laki-lakinya itu.

Sementara Ibu Iriana saat ditanya wartawan apakah Presiden sudah menggendong cucunya. “Bapak belum berani gendong. Saya juga belum berani gendong,” jawab Ibu Iriana.

Data yang diterima oleh redaksi headlinejabar.com melalui Biro Pers Kepresidenan,diketahui kontraksi mulai dirasakan oleh menantu presiden pagi hari tadi sekitar pukul 06:30 WIB. Tepat pada pukul 09:28 WIB, Selvi Ananda melahirkan putra pertamanya dengan berat 3,09 Kg dan panjang 48,5 Cm. Adapun tim dokter yang membantu proses kelahiran cucu pertama Presiden dipimpin oleh dr. Soffin Arfian.

Di sela-sela konferensi persnya, Gibran tak lupa mempromosikan usaha barunya “Pasta Buntel” yang berlokasi di dekat RS PKU Muhammadiyah.

“Untuk teman-teman wartawan, saya punya warung di dekat sini. Jadi nanti kalau pingin upload atau segala macam ada wifi gratis di sana. Namanya Pasta Buntel. Pasta dimasak dengan bumbu-bumbu Indonesia, dibungkus pakai daun pisang, lalu dibakar pakai arang. Itu inovasi,” tutup Gibran.(sin/dzi)