Di Desa Benteng Purwakarta Perelek Diganti dengan Uang Rp500

PURWAKARTA, headlinejabar.com 

Program beras perelek saat ini cukup memboming di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sebagai program yang dapat menanggulangi masalah sosial di masyarakat. Salah satunya Pemerintahan Desa (Pemdes) Benteng Kecamatan Campaka, Purwakarta, walaupun beras diganti dengan uang receh Rp500, dalam dua minggu mampu terkumpul sampai Rp4 juta.

“Kami bersama warga sepakat beras perelek diganti dengan uang, selain lebih ringan uang recehan warga menyimpan di tempat kotak yang disediakan dimasing-masing rumah juga yang ngambil lebih mudah tidak seperti beras, “ungkap Komarudin Kepala Desa Benteng, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/3/2016).

Menurutnya, uang perelek ini manfaatnya sangat besar untuk mengatasi masalah sosial di masyarakat walaupun sifatnya pertolongan pertama karena mendesaknya kebutuhan juga bisa meringankan beban kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

“Saat ini sudah terkumpul cukup lumayan dengan waktu dua minggu mencapai Rp 4 jutaan dan sudah disalurkan kepada warga yang membutuhkan salahsatunya keluarganya ada yang meningal. Sementara kita juga akan bantu mereka yang sangat membutuhkan diantaranya warga miskin, jompo diamping untuk kepentingan sosial lainnya,” jelasnya.

Pengambilan uang perelek sendiri, lanjutnya, diambil dimasing-masing RT oleh petugas ronda malam selain tugasnya mengamankan lingkungan juga sambil mengambil uang perelek ini.

“Kita giatkan ronda malam untuk mengamankan lingkungan disamping petuga ronda malam mendapat tugas mengambil uang perelek. Sementara dalam setiap satu minggu dari masing-masing RT disetorkan ke desa dan selanjutnya secara data kita laporkan ke tingkat kecamatan,” tegasnya.

Sementara, Iwan Sopian Sekretaris Desa Benteng menuturkan, dalam dua minggu terkumpul uang sekitar empat jutaan dan itu cukup baik dengan waktu sesingkat antusias warga sangat besar. Namun demikian kita akan salurkan dana ini untuk kepentingan sosial.

“Tanggapan masyarakat cukup baik mengingat dengan uang receh mampu terkumpul cukup besar. Sementara tadinya bisa kita pungut dalam satu bulan sekali namun tujuan kita untuk menggiatkan ronda malam sehingga keamanan lingkungan akan tetap terjaga, “katanya.

“Saat ini sudah dibantu keluarga yang kurang mampu yang meninggal dan dana yang terkumpul dari 12 RT dan 4 RW. Kami berharap dengan adanya program ini sedikit banyak mampu mengatasi sosial di masyarakat dan yang terpenting transparansi laporan kepada masyarakat,” tutupnya.(ays/dzi)