Pendidikan

Ratusan Murid SDN 1 Malangnengah Belajar di Kantor Desa

×

Ratusan Murid SDN 1 Malangnengah Belajar di Kantor Desa

Sebarkan artikel ini

Foto : Ratusan Murid SDN 1 Malangnengah Belajar di Kantor Desa

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Hari kedua ratusan murid SDN 1 Malangnengah berkegiatan belajar di Kantor Desa Malangnengah. Mereka rela berbagi ruangan melalui pengaturan waktu belajar.

Ilham (7) murid kelas 2 SDN 1 Malangnengah mengaku setiap hari dirinya mesti menempuh jarak 1 kilometer dengan berjalan kaki, karena rumah Ilham berada di Desa Sukamaju.

Tak hanya Ilham, ada sejumlah murid lainnya yang berasal dari Sukamaju, seperti Ai Sarinah (9) kelas 3.

Baca Juga  Bupati Purwakarta Resmikan Sekolah Satap Terdampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Setiap hari berangkat pukul 05.30 wib mesti melewati sawah, jembatan, dan kalau hujan suka licin,” kata Ai di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Murid lainnya, Shana (12) mengaku tak ada masalah meskipun harus belajar di ruangan sementara yang berada di kantor desa. Baginya, mata pelajaran yang dipelajarinya tetap sama. 

“Ya walaupun digabung gak berisik kok dan waktu belajar menjadi lebih sedikit yang penting belajar lebih giat lagi di rumah,” ujarnya. 

Baca Juga  Spirit Pendidikan Merawat Bumi

Sementara itu, di lokasi yang sama Wakil Kepala SDN 1 Malangnengah, Aja Sapja mengkonfirmasikan kegiatan belajar mengajar para murid memasuki hari kedua pascapenggusuran bangunan sekolah karena proyek kereta cepat (KCIC).

Aja mengungkapkan pemindahan kegiatan belajar ke Kantor Desa Malangnengah sebelumnya sempat mendapatkan informasi tepatnya setahun lalu bahwa bangunan ini akan dirobohkan dan sementara belajar di kantor desa.

“Ya memang di sana (SDN 1 Malangnengah) berdiri di tanah milik desa dan kami seolah menumpang. Sekarang sambil menunggu bangunan baru di tanah relokasi kami sementara belajar dahulu di kantor desa,” katanya di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga  Kelas Bahasa Korea di Perpusda Purwakarta

Bangunan SDN 1 Malangnengah yang baru ini berjarak 1,5 kilometer dari bangunan yang sebelumnya. Bangunan yang hendak dibangun memiliki luas 8.000 meter dan hanya 4.000 meter yang hendak dibangun.

“Nanti akan ada 12 ruangan kelas, kantor, musala, dan perumahan buat guru,” ujarnya.(dik)