PHE ONWJ Bangun Asa Empat Desa Pesisir Karawang

KARAWANG, headlinejabar.com
Bel sekolah berdentang nyaring, menandai awal hari penuh ilmu di sebuah ruang kelas sederhana. Satu per satu siswa memasuki ruangan, duduk di bangku masing-masing dengan semangat khas anak-anak.
Celoteh riang, tawa, dan canda mereka memenuhi udara kontras dengan kondisi ruang kelas yang mereka tempati.
Langit-langitnya penuh retakan, tembok berdiri miring, dan atapnya menyisakan kekhawatiran: sampai kapan bangunan ini akan bertahan? Namun kekhawatiran itu perlahan sirna.
Sejak dua tahun lalu, senyum mulai merekah dari empat desa pesisir di Kabupaten Karawang, meliputi Tanjungpakis, Sumberjaya, Muara, dan Sukakerta berkat bergulirnya program pendidikan yang diinisiasi oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Program ini memberi harapan baru bagi tidak kurang dari 80 pelajar usia PAUD hingga SMA melalui penyediaan sarana, prasarana, dan fasilitas perpustakaan yang layak dan mendukung pembelajaran.
Di Desa Tanjungpakis, sebuah gedung PAUD yang sebelumnya setengah roboh dan tak tersentuh renovasi selama belasan tahun, kini berdiri kokoh.
Gotong royong masyarakat dan dukungan dari PHE ONWJ berhasil mengubahnya menjadi ruang bermain dan belajar yang menyenangkan.
Anak-anak kini duduk di meja dan kursi baru, bermain di halaman sekolah yang dilengkapi area bermain yang aman dan nyaman suatu kemewahan yang dahulu hanya bisa mereka impikan.
Sementara itu, di Desa Muara dan Sumberjaya, anak-anak tidak lagi harus berjalan jauh ke desa lain untuk bersekolah. Akses pendidikan kini hadir lebih dekat dan mudah dijangkau.
Di Desa Sukakerta, kampung nelayan terpencil yang selama ini minim fasilitas pendidikan, para pelajar tingkat SMP dan SMA akhirnya bisa menikmati buku-buku di sebuah perpustakaan representatif sebuah oase literasi di tengah keterbatasan.
Dukungan terhadap pendidikan pesisir ini tak hanya berhenti di Karawang. Di Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ratusan anak nelayan yang sempat putus sekolah kini kembali menggapai mimpi lewat program kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Program ini dijalankan oleh PKBM Famili melalui kerja sama strategis dengan PHE ONWJ.
Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam program pemberdayaan masyarakat perusahaan.
Selain pendidikan, pilar lain yang diusung mencakup kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
“Kami berkomitmen untuk terus membuka akses dan peluang pendidikan bagi anak-anak pesisir. Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang bagi masa depan mereka,” ujar Ery.
Menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi yang erat antara perusahaan, masyarakat, dan mitra lokal.
“Kami percaya bahwa perubahan akan lahir dari kebersamaan. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.
Upaya PHE ONWJ ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat: menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi semua.
Dari ruang kelas yang dulu nyaris ambruk, hingga perpustakaan pesisir yang kini ramai dikunjungi, jejak program ini telah menyulam harapan dari dinding-dinding yang sempat retak.
Karena pendidikan bukan sekadar tentang bangunan, melainkan tentang membuka jalan menuju masa depan yang lebih terang.***


