Di saat Presiden Jokowi Sangka Bupati Purwakarta Seorang Arsitek

Sampai Tanya Resep Pembangunan Purwakarta

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bercerita selama perjalanan menemani Presiden Joko Widodo. Kang Dedi mengungkapkan selama di perjalanan, Jokowi menanyakan konsep serta inisiator pembangunan di Purwakarta.

Bahkan menurut Presiden Indonesia ke 7 tersebut langsung menanyakan siapa arsitekturnya. Pertanyaan Jokowi langsung ditanyakan kepada Dedi, ketika berkesempatan berkeliling Purwakarta sebelum menghadiri peringatan Isra Miraj di Al-Hikammussalafiyah Cipulus Desa Nagrog Kecamatan Wanayasa, Selasa (25/4/2017).

“Ya tadi saya disangka arsitek,tapi saya katakan saya lulusan hukum itupun kadang masuk kadang enggak,” ungkap Dedi ketika ditanya oleh Jokowi.

Baca Juga  DPRD-Pemkab Paripurnakan Raperda RPJMD Purwakarta 2018-2023

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Al-Hikammussalafiyah Cipulus.

Pertanyaan Jokowi pun bukan tanpa alasan,sebab menurut Jokowi sangat tertata dan terlihat karakter daerah di Purwakarta terutama arsitek gedung dan perkantoran, belum lagi ruang publik taman yang indah dan tertata.

“Beliau terkesan dengan arsitektur dan tata kota Purwakarta,dia tanya siapa inisiator tata kelola saya jawab saya sendiri,makanya pak presiden sangka saya arsitektur,” ujar Dedi.

Baca Juga  DPRD Purwakarta Bahas 25 Raperda Selama 2021

Bukan hanya arsitektur bangunan, taman serta ruang publik pun tidak luput dari pertanyaan Jokowi, bahkan Jokowi  pun langsung meminta bagaimana mengelola anggaran, padahal sepengetahuan Jokowi Purwakarta APBDnya kecil.

Pertanyaan tersebut setelah mengetahui bahwa Pemkab Purwakarta fokus dalam pembangunan seperti infrastruktur jalan yang mulus,taman hingga memiliki air mancur.

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Jokowi di Pondok Pesantren Al-Hikammussalafiyah Cipulus.

“Ya saya ditanya apa resepnya, saya jawab saya membangun tidak berdasarkan pagu, saya bekerja sesuaikan dengan skala prioritas maupun berdasarkan publik,” ungkap Dedi.

Baca Juga  Bupati-DPRD Purwakarta Tetapkan APBD Tahun Anggaran 2020

Sehingga menurut Dedi, dengan menghapus system pagu dan menggunakan skala prioritas sehingga pembangunan di Purwakarta terbilang cukup pesat.

“Ya beliau penasaran, purwakarta jalannya cukup mulus,mampu bangun taman serta memiliki air mancur, ya saya katakan kita disini gunakan skala prioritas,” ungkap Dedi.(rls)

EDITOR : DICKY ZULKIFLY