Kaulinan Barudak Warnai Akhir Pekan di Purwakarta

Foto : Anak-anak Purwakarta tengah memainkan berbagai jenis kaulinan barudak yang kini nyaris mati karena globalisasi.

PURWAKARTA, headlinejabar.com 

Purwakarta hari ini tidak hanya menawarkan taman bernuansa etnik. Kini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya bisa menikmati kaulinan barudak (permainan anak-anak, red).

Taman Pesanggrahan Padjadjaran (Alun-Alun Purwakarta) setiap hari Minggu kini ramai dikunjungi oleh anak-anak yang ingin memainkan aneka permainan tradisional. Bahkan orang dewasa pun turut datang dengan tujuan bernostalgia, mengenang momen-momen masa kecil mereka saat memainkan permainan tersebut.

Ahmad Bahri (33) warga Kelurahan Nagri Kidul sengaja datang membawa kedua anaknya, Minggu (2/10/2016) ke taman yang baru saja berganti nama dari Kian Santang menjadi Pesanggrahan Padjadjaran tersebut.

Foto : Anak-anak Purwakarta tengah memainkan berbagai jenis kaulinan barudak yang kini nyaris mati karena globalisasi.

Ahmad menuturkan dia datang karena ingin memperkenalkan permainan tradisional kepada kedua anaknya. Dirinya prihatin hari ini anak-anak dibombardir dengan aneka macam permainan digital sehingga lupa terhadap nama dan cara memainkan permainan tradisional.

“Sengaja datang kesini pak. Biar anak-anak saya kenal permainan yang ada disini. Daripada mereka bermain game online, tubuhnya tidak bergerak, bahkan cenderung mengakibatkan anak-anak kita egois karena dituntut untuk menang. Kalau permainan disini kan ada nilai kebersamaan. Jarang saya temukan sekarang,” ungkap pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta tersebut.

Foto : Anak-anak Purwakarta tengah memainkan berbagai jenis kaulinan barudak yang kini nyaris mati karena globalisasi.

Ahmad turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah menyediakan bukan sekedar ruang publik. Tetapi ruang publik yang memiliki nilai manfaat untuk tumbuh kembang mental anak seperti permainan tradisional ini. Dia pun turut mendorong agar ruang publik yang lain dibuat space untuk jenis permainan yang sama.

“Tentu kuta dukung. Manfaat untuk anak-anak kita besar sekali. Saya sendiri bisa bernostalgia. Kalau diperbanyak tentu bagus, sudah refrentatif ini,” tutur dia.

Foto : Anak-anak Purwakarta tengah memainkan berbagai jenis kaulinan barudak yang kini nyaris mati karena globalisasi.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku sengaja mendesain Taman Pesanggrahan Padjadjaran untuk kaulinan barudak. Kebijakan ini dia ambil berangkat dari keprihatinan terhadap anak-anak masa kini yang waktunya habis untuk permainan game online juga peralatan bermain buatan pabrikan. Menurut bupati yang selalu mengenakan iket Sunda tersebut jiwa sosial anak-anak akan lebih terasah melalui permainan tradisional di Taman Pesanggrahan Padjadjaran.

Di Taman Pesanggrahan Padjadjaran ini terdapat beberapa jenis permainan tradisional seperti congklak, bola bekel, galah santang, main kelereng, egrang, lompat tali, permainan gasing atau dalam bahasa Sunda disebut ‘panggal’. Selain itu para pengunjung juga dimanjakan dengan beberapa stand yang menyajikan cara membuat makanan tradisional seperti opak, kicimpring, sangu akeul, gula aren dan lainnya.(adv)

Editor : Dicky Zulkifly