Harga Beras di Kota Sukabumi Relatif Stabil

Foto : Meskipun harga gabah naik-turun, tidak berdampak pada harga komoditas beras di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMIheadlinejabar.com

Tidak Stabilnya harga gabah, belum begitu berdampak pada harga komoditas beras di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini harga beras masih relatif stabil di kisaran Rp9.000 per kilogram-Rp10.400 per kilogram.

Berdasarkan laporan perkembangan harga eceran bahan pokok dan bahan penting lainnya di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, harga beras jenis Ciherang masih berada di kisaran Rp10.400 per kilogram. Sedangkan harga beras jenis IR 64 kualitas I (Jampang) Rp9.400 dan beras jenis IR 64 kualitas II (Jampang) seharga Rp9.000 per kilogram.

“Naik-turunnya harga gabah tentu berdampak terhadap harga beras. Tapi sampai saat ini dari hasil pantauan dan laporan, meskipun harga gabah sekarang turun, tetapi di Kota Sukabumi harga beras masih relatif stabil. Kondisi ini mungkin karena harga di pasaran bisa dikendalikan. Kalau di daerah lain saat ini memang harga beras sudah turun,” terang Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi Ayep Supriatna, Sabtu (27/2/2016).

Lanjut Ayep, terkendalinya harga beras di Kota Sukabumi tak terlepas intensifnya koordinasi antara Diskoperindag dan Bulog. Sehingga, ketika harga beras terpantau mulai merangkak naik, berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk pengendalian. “Kalau secara tiba-tiba harga beras melonjak drastis dan dibarengi kelangkaan, tentunya kita merencanakan menggelar operasi pasar. Di sinilah peran dan fungsi Bulog itu,” ujarnya.    

Ayep mengklaim selama ini di Kota Sukabumi tidak pernah terjadi gejolak harga berbagai komoditas kebutuhan strategis. Artinya, selama ini antara permintaan dan persediaan selalu berjalan linier. “Selama ini supply dan demand selalu stabil. Fungsi pengendalian harga itu sangat penting. Kalau harga komoditas terlalu murah kasihan pedagang, kalau pun terlalu tinggi kasihan konsumen,” ucapnya.  

Secara umum, di pasar tradisional di Kota Sukabumi relatif berfluktuasi. Ada komoditas yang harganya stabil, ada yang naik, dan ada juga yang turun. “Harga komoditas yang naik di antaranya bawang merah, semula Rp22 ribu sekarang naik jadi 24 ribu per kilogram. Sedangkan harga komoditas yang turun di antaranya cabai merah (TW) semula 45 ribu menjadi 44 ribu. Tapi penaikan masih stabil. Stok pun aman,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, Sahlan, tak memungkiri turunnya harga gabah. Saat ini harga gabah di kisaran Rp4.700 per kilogram. “Ya, sekarang harga gabah turun menjadi Rp4.700 per kilogram. Dua pekan lalu harganya masih di kisaran Rp5.300 per kilogram,” kata Sahlan.

Sahlan tak mengetahui persis penyebab utama turunnya harga gabah saat ini. Tetapi, kemungkinan karena pasokan gabah yang cukup melimpah dari daerah lainn, bersamaan dengan musim panen. “Kalau yang di Kecamatan Surade itu kan gabahnya stok lama, belum ada panen lagi,” pungkasnya. (rir)