Sapi dan Kerbau Naik 20 Persen

Ist. Liputan6 Hewan Kurban Jenis Sapi

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Kepala UPTD Pasar Hewan Ciwareng Kabupaten Purwakarta, Sanusi memastikan harga hewan kurban jenis Sapi dan Kerbau di Purwakarta naik 10 sampai 20 persen. Kenaikan harga hewan disusul tingginya permintaan hewan potong di masyarakat.

“Harga sapi yang biasa kenaikan 10 sampai 20 persen, untuk jenis Lemosin, dan Peranakan Ongol (PO) dan Brahman. Untuk hewan kurban harga mulai Rp16 juta, Rp20 juta sampai Rp30 juta, berdasarkan bobot hewan,” jelas Sanusi, Selasa (15/9) di Ciwareng.

Selama sepekan ini transaksi jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Ciwareng mencapai Rp1,5 miliar dalam sehari. Saat ini setiap harinya sekitar 400 ekor Sapi atau Kerbau terjual di pasar tersebut.

“Sekarang yang masuk 450 ekor sapi dengan kerbau, disini menampung sampai 700 ekor hewan qurban besar. Kebanyakan dari Jawa Tengah, Jatim dan Jabar,”  tambah Sanusi.

Kenaikan sebesar 20 persen itu setara dengan Rp1 juta atau rata-rata harga Sapi sekitar Rp15 juta sampai Rp16 juta dengan bobot 3 kwintal. Sementara untuk Sapi dan Kerbau dengan bobot lebih dari 3 kwintal harganya bisa mencapai Rp30 juta bila musim seperti sekarang ini.

Guna terjamin kesehatannya, hewan kurban sebelum masuk ke pasar hewan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Alasannya pihak UPTD yakin setiap hewan yang masuk kondisinya sehat sempurna, makanya pemeriksaan hewan diutamakan sebelum diperjualbelikan.

“Sebelum masuk diperiksa dului kesehatannya apakah sehat atau tidak kalau sehat bisa masuk, seperti apakah matanya bening, atau bulu tidak kusam baru bisa masuk,” ujarnya.

Kebanyakan penjual hewan yang masuk di Pasar Hewan Ciwareng sendiri berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sementara pembeli berasal dari Jakarta, Bekasi bahkan Lampung sekalipun jika musim Idul Adha seperti saat ini.

Setiap pasar hewan buka, ada 6 petugas yang berjaga di pintu masuk pasar hewan yang tugasnya memeriksa kesehatan hewan tadi. Jumlah petugas itu sebetulnya masih kurang pasalnya jumlah hewan yang masuk di pasar itu banyak. Idelanya butuh sekitar 8 sampai 10 petugas agar pemeriksaan hewan bisa maksimal.

“Petugas tiga orang dan yang sukwan 3 jadi 6 orang kurang pegawai. Ideal 10 pegawai untuk UPTD Pasar Hewan atau 8 orang,” pungkasnya.(dzi)