Ambil Penumpang, ‘Taxi Ku’ Hancur Dimassa Oknum Sopir ‘Taxi Express’

DEPOK, headlinejabar.com

Aksi demo sejumlah sopir taksi di Jakarta rupanya mulai mengarah pada tindakan anarkis. Salah satu sopir ‘Taxi Ku’, Agus Suparman (53) mengalami hal tidak menyenangkan saat hendak mengantar penumpang ke Bandara Soekarno Hatta, Selasa (22/3/2016).

Agus saat melintas di arah Tol Taman Mini dirinya dipaksa berhenti oleh sejumlah mobil ‘Taxi Express’ yang sama-sama melintas di jalan tersebut.

“Kejadian itu sekitar pukul 07.15 WIB saat saya melintas dari Taman Mini hendak ke bandara, saya dihadang puluhan mobil ‘Taxi Express’ putih meminta saya untuk menurunkan penumpang yang selanjutnya mobil saya dihancurkan oleh mereka,” ujar Agus saat ditanyai headlinejabar.com, dengan tangan masih mengeluarkan darah.

Agus sangat menyesalkan tindakan para pengendara ‘Taxi Express’ yang melakukan tindakan anarkis dengan menghancurkan kendaraan.

“Saya sungguh prihatin bukan apa-apa mereka itu dikawal polisi tapi kenapa pihak keamanan tidak bisa berbuat apa-apa kalao sudah begini siapa yang mau tanggung jawab,” jelasnya.

Lebih lanjut pihak nya hanya bisa pasrah terkait mobil yang hancur karena semua tergantung keputusan dari managemen. “Kita lihat saja bagaimana karena ini kan bukan hal yang memang disengaja,” katanya.

Ditempat terpisah Herry salah satu rekan korban sesama pengemudi ‘Taxi Ku’ mengatakan bahwa pihaknya bersama temen-teman tidak akan melakukan balasan kepada armada ‘Taxi Express’ karena menurutnya hal ini terjadi akibat dari luapan emosi rekan-rekan sesama pengemudi.

“Kita akan terus memantau saja perkembangan dilapangan seperti apa,terkait rekan kita yang kendaraannya hancur itu kita anggap sebagai pembelajaran saja karena pihak managemen sudah melarang supaya tidak beroperasi tetapi mungkin dia sambil lewat karena arah pulang ke Cibinong,” terangnya.

Herry menambahkan bahwa pihak managemen ‘Taxi Ku’ sudah mengirimkan 15 armada untuk ikut bergabung bersama rekan-rekan yang lain untuk ikut dalam aksi menuntut dihapusnya aplikasi online yang menurutnya sangat merugikan pengemudi taksi.

“Teman-teman kita sudah berangkat ke jakarta menuntut ditutupnya aplikasi taksi plat hitam oleh pemerintah karena ini sangat merugikan kami sebagai pengemudi taxi yang membayar pajak kalao mereka kan enak tidak ada kir kalao kita banyak aturannya yang jelas pendapatan kita menurun darstis akibat dari taxi plat hitam atau taxi on line,” imbuhnya.

Sementara itu pihak managemen ‘Taxi Ku’ yang beralamat di jalan raya bogor km 36 tidak ada satu pun yang berada di tempat,menurut informasi semua berankat ke jakarta untuk melakukan aksi menuntut ditutupnya aplikasi on line.(yog/dzi)