Kades Gandamekar Plered Purwakarta Pukul Warganya Hingga Lebam

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Kepala Desa Gandamekar Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Erwin Kusnandar SH diduga telah melakukan penganiayaan terhadap warganya. Kades Erwin diduga berani memukuli warganya sendiri sampai terluka.

Tindakan Kades Erwin dinilai tak selayaknya dilakukan. Sebagai pemimpin, masyarakat menyayangkan karena tidak bisa mengayomi dan melindungi. Tindakan kekerasan yang dilakukan Kades di Gandamekar baru pertama kali terjadi. 

Hendri (23) warga Kampung Ciserang Desa Gandamekar diantar sejumlah warga melaporkan perbuatan kekerasan yang ia terima dari Kades Erwin. Hendir melapor ke Polsek Plered. Erwin diduga memukul Hendri sampai bengkak dan membiru di mata sebelah kanan.

“Saya tak terima dipukul di depan umum karena dituding sering membuat onar. Saya diantar teman dan keluarga membawa hasil visum untuk dilaporkan ke polisi karena saya dipukul hingga lebam,” ujar Hendri kepada headlinejabar.com, Senin (21/3/2016).

Hendri yang tinggal di RT 03 RW 1 Desa Gandamekar ini mengaku kejadian berawal saat dirinya sedang menonton pertandingan futsal. Tanpa basa basi kepala desa yang sekaligus pemilik tempat futsal ini langsung menghampiri dan memukul Hendri. “Saya katanya suka ganggu orang yang lagi futsal, terus katanya suka buat onar dikampung,”terangnya.

Dia melanjutkan, kejadian pemukulan yang dilakukan kepala desa menurutnya tidak wajar. Selain tidak adanya pembicaraan terlebih dahulu, pemukulan sendiri dilakukan didepan umum sehingga menjadi tontonan banyak orang. “Sakit hati lah saya ditempat itu banyak orang yang lihat walaupun setelah itu pak lurah langsung minta maaf,” ujarnya.

Sementara Menurut saksi mata  Alwi (21) Dia mengetahui Hendri sudah tergeletak ditanah setelah mendapat bogem mentah dari pemimpin desa tersebut. Seletah melihat rekanya telah diperlakukan tidak wajar dia  langsung bergegas membawa temanya pulang.

“Saya lihat Hendri sudah terbaring ditanah. dilapang futsal saya lihat satu kali dipukulnya tetapi matanya sampai bengkak,” terangnya.

Pemukulan sendiri lanjut Alwi, menurutnya tidak sewajarnya terjadi. Pasalnya selain kepala desa merupakan Publik pigur, kejadian tersebut juga. dapat memberi contoh  prilaku yang buruk terhadap warganya sendiri.

“Kejadianya hari rabu jam 03 00 sore. Ya gak pantas lah dia kepala Desa seharunya kasih contoh yang benar bagi kami warga Ganda mekar,” ujarnya.

Sementara kepala desa Gandamekar Kecamatan Plered Erwin Kusnandar menjelaskan, Aksi pemukulan terhadap warganya dilakukan semata-mata  korban tidak sopan terhadapnya. Ujar dia.

Bupati purwakarta dedi mulyadi menjelaskan, untuk tindakkan terhadap kepala  Desa yang dilakukan Ganda Mekar sebagai setatusnya pemimpin masyarakatnya karena pemimpin harus melindungi masyarakatnya terlepas problem nya apa dengan latar belakangnya, tetapi tindakan kekerasan itu di larang oleh undang-undang.

Selanjutnya di desa itu agar tidak terjadi komplik dengan berkepanjangan maka kami pangil camat dan kepala bagian desa satu persatu agar kami memberikan sangsi tahap pertama untuk diberhentikan dulu selama proses hukum sedang berjalan,   kalau memang tidak terbukti dengan keselahannya agar di cabut kembal.”Pungkasnya (jem)