Kodim Sukabumi Sita Seragam Ormas PKRI

Foto : Kelengkapan seragam dan atribut identik dengan TNI itu disita, setelah intelijen Kodim 0607 bersama Polsek Cibadak, Koramil Cibadak, serta Satpol PP menggerebek markas ormas Batalyon Serba Guna Trikora PKRI, Minggu (28/2/2016) petang. Sumber, istimewa.

SUKABUMIheadlineJabar.com

Jajaran Kodim 0607/Sukabumi, Jawa Barat, menyita berbagai seragam dan atribut mirip TNI dari anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI). Bahkan, salah seorang anggota ormas yang bermarkas di Kampung Ciheulang RT 02/03, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi itu kedapatan membawa air soft gun kaliber 4,5.   

Kelengkapan seragam dan atribut identik dengan TNI itu disita, setelah intelijen Kodim 0607 bersama Polsek Cibadak, Koramil Cibadak, serta Satpol PP menggerebek markas ormas Batalyon Serba Guna Trikora PKRI, Minggu (28/2/2016) petang. Penggerebekan dilaksanakan karena adanya keresahan masyarakat setempat dengan aktivitas anggota ormas yang menggunakan seragam dan atribut identik dengan TNI. Berdasarkan pendataan, anggota ormas tersebut sebanyak 66 orang. Hanya saja yang terdata sebanyak 58 orang, sedangkan 8 orang lainnya melarikan diri.

“Kami hanya mengamankan seragam dan atribut yang identik dengan TNI. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17/2013 tentang Ormas pada Pasal 59 ayat 1b disebutkan larangan menggunakan nama, bendera, dan lambang pemerintahan maupun institusi TNI. Apalagi panglima TNI pada 4 Agustus lalu sudah mengecam keras larangan organisasi apapun menggunakan atribut-atribut militer,” tegas Dandim 0607/Sukabumi Letkol Syaiful kepada wartawan di Markas Kodim 0607/Sukabumi, Senin (29/2/2016).

Belum ada tindakan hukum apapun terhadap pengurus maupun anggota ormas tersebut. Namun Syaiful mengaku, sudah berkoordinasi dengan kepolisian menindak lanjuti adanya anggota ormas yang kedapatan memiliki air soft gun berkaliber 4,5. Pemiliknya diberikan tenggat waktu tiga hari untuk menunjukkan kartu kepemilikan surat izin memegang senjata.

“Coba bayangkan, ormas apa yang membawa senjata api, senjata tajam, sangkur, dan borgol. Kami khawatir disalahgunakan. Tapi kami hanya melakukan pembinaan kepada pengurus dan anggotanya, karena hasil koordinasi dengan Kesbangpol, ormas itu legalitasnya terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Artinya, kami tidak melarang aktivitas mereka berorganisasi, hanya menyita seragam dan atribut saja,” ujarnya.

Lanjut Syaiful, sekilas seragam dan atribut yang digunakan anggota ormas tersebut mirip dengan TNI, termasuk pangkat. Hanya saja ada tulisan-tulisan yang membedakannya. “Dari pendataan tidak ada anggota atau mantan anggota TNI gabung dalam ormas itu. Mereka hanya warga sipil biasa,” tukasnya. 

Syaiful mengaku tim gabungan masih mengejar 8 anggota ormas PKRI yang melarikan diri saat penggerebekan. Syaiful belum memastikan domisili delapan anggota ormas itu karena dari informasi ketua RT dan RW setempat, mereka tidak melaporkan identitasnya. “Sedangkan pimpinannya atas nama Hidayatulloh masih kami dalami. Kami hanya melakukan tindakan persuasif,” tutupnya. (rir)