Korban Dugaan Pencabulan Mengaku Persetubuhan Sebagai Syarat Ritual

Ilustrasi.

BANDUNG BARAT, headlinejabar.com

Korban dugaan pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang okum masyarakat yang mengaku ustad di Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat mengaku persetubuhan atau perzinahan menjadi salah satu syarat ritual yang diminta pelaku. Modus ini diduga dilakukan kepada setiap pasien perempuan yang hanya disukainya saja.

“Menjijikan sekali kalau saya ingat. Siapapun ketika tertimpa masalah, dan merasa sudah tidak ada solusi lain, pasti terpengaruhi dan bakal mau melakukan syarat itu,”kata wanita berusia 32 tahun ini yang idintitasnya dirahasiakan, Sabtu (18/12/2021).

Selain syarat persetebuhan, pasien juga diajak untuk ziarah atau mendatangi tenpat-tempat yang dianggap keramat. Kemudian pasien dimandikan dengan kondisi bugil. Setelah itu sang ustad mengajukan beberapa syarat ritual, yang salah satunya meminta pasien bersetubuh dengan dirinya.

“Rata-rata pasien yang datang ke ustad itu adalah parawanita muda. Mereka tidak hanya dari Bandung Barat saja, tapi ada yang dari luar kota dan luar daerah, seperti dari Jakarta,”tuturnya.

Bahkan menurut dia, para normal yang mengaku ustad ini pun sempat mengaku kepadanya dirinya membuka juga praktik di Jakarta.

“Saya juga menyaksikan ada tamu-nya dari Jakarta. Dan dia adalah seorang wanita. Katanya dia juga buka praktik di jakarta,”tutur korban.

Wanita berkerudung ini pun mengaku siap menjadi saksi atau diminta keterangan oleh siapapun termasuk oleh polisi untuk membuktikan apa yang dia alaminya ini betul-betul terjadi, atau bukan hoax. Dia berharap praktik ustad cabul ini segera dihentikan, sehingga tidak banyak wanita yang jadi korban.

“Mau ditangkap atau dipenjara saya gak tahu. Yang jelas saya gak mau ada korban lagi. Cukup saya saja yang mengalami kisah pahit ini. Jangan sampai ada wanita lain yang jadi korban. Ini benar-bebar nyata dan harus dihentikan, karena sampai saat ini kata orang ustad itu masih buka praktik. Ini hanya modus saja, logika saja, masa ustad minta zinah,”tutupnya.(dik)