Warga Tak Sangka Ada Sabu 100 Kg di Gudang CV Jeparaya

Foto : Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (kiri) memberikan keterangan saat meninjau lokasi penggerebekan gudang Narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (28/1). Sumber, istimewa (Antara/Yusuf Nugro)

JEPARA, headlinejabar.com
Warga Desa Pekalongan RT 07 RW 02 Kecamatan Batealit, Jepara, tak menyangka bahwa di gudang mebel milik CV Jeparaya Int’l itu tersimpan sabu mencapai 100 Kg. Suprihatin (27) warga sekitar lokasi mengaku kaget saat sepulang kerja mendapati banyak polisi bersenjata lengkap di sekitar rumahnya, Kamis (27/1/2016) sore.

Dia tak menyangka, gudang mebel yang persis berada di samping timur rumahnya itu dijadikan tempat penyimpanan narkoba. “Saya ndak tahu ini ada apa, tadi sore sepulang kerja sudah banyak polisi,” kata Pri, sapaan akrabnya.

Menurut dia, selama ini tak ada aktivitas yang terlihat mencurigakan. “Kadang ada orang keluar masuk bawa mebel, seperti tak ada yang mencurigakan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Agung Rahmatika (42). Setahu dia, warga gudang milik Ujang tersebut disewa oleh orang dari Pakistan atau India.”Warga tahunya yang nyewa orang India atau Pakistan. Yang bilang ya pemiliknya itu,” ucapnya.

Warga sama sekali tak menyangka jika gudang tersebut dijadikan tempat penyimpanan narkoba. “Ada aktivitas finishing mebeler, tapi ndak tiap hari. Di situ hanya untuk finishing saja, sedang mebelnya pesan ke warga sekitar,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ada pengecoran jalan di depan gudang tersebut, warga sering keluar-masuk tempat itu. Pasalnya, air untuk proses pengecoran diambilkan dari sumur yang ada di dalam gudang tersebut. “Pengecoran selesai ya sekitar sebulan masuk dua bulan ini,” cerita pria yang juga pengusaha mebel itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, hari ini, Kamis (28/1/2016), Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) akan datang ke Jepara untuk melakukan gelar perkara. “Besok Bapak (Buwas) akan ke sini,” ucap seorang pria, yang mengawal Arman masuk ke mobil Kijang Innova.

Ketika dikonfirmasi, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Amrin Remico enggan memberikan keterangan lebih lanjut. “Iya ada penggerebekan, besok saja yah. Ini masih menunggu Kepala BNN (Komjen Budi Waseso),” ujar Amrin singkat saat dihubungi.(kompas/red)