5 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Longsor dan Banjir

Foto : Akibat Hujan terus mengguyur wilayah Sukabumi. salah satunya akses Jalan terputus di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

SUKABUMIheadlinejabar.com

Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda bencana banjir dan longsor. Hal itu dikarenakan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi dari siang hingga Jumat sore (11/3/2016) kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, lima kecamatan itu di antaranya, Kecamatan Nyalindung, Jampang Tengah, Purabaya, CIreunghas dan Gegerbitung.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan, ada tiga kecamatan yang terkena longsor, yakni Kecamatan Cireunghas, Gegerbitung dan Purabaya. Sedangnkan dua kecamatan lagi, selain longsor terkena juga banjir bandang.

“Jadi untuk kecamatan Nyalindung dan Jampang Tengah itu longsor sekaligus bajir bandang,” ujar Usman, Sabtu sore (12/3/2016).

Untuk longsor sendiri, kata Usman, ada sebanyak 14 rumah yang rusakm yakni 10 di Jampang Tengah, tiga di Purabaya dan satu di Cireunghas. Sedangkan untuk banjir bandang baru ada enam rumah yang terdata di BPBD Kabupaten Sukabumi.

“Enam rumah yang tergerus air itu dari Kecamatan Nyalindung, sedangkan dari Kecamatan Jampang Tengah datanya belum ada. Saat ini kami masih melakukan pendataan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Usman, tujuh jembatan rusak rusak parah akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi tersebut. Untuk Kecamatan Nyalindung sendiri, tiga jembatan terbawa arus dan satu rusak berat. Sedangkan di Kecamatan Jampang Tengah tiga jembatan rusak parah. 

“Hasil kerusakan saat ini masih data sementara, sebab kami masih melakukan verifikasi data dulu dari tim lain yang berada di sejumlah kecamatan yang terkena bencana,” terang Usman.

Untuk korban sendiri, kata Usman, hanya ada dua korban luka akibat terkena reruntuhan rumah. Dua korban tersebut merupakan suami-istri warga kecamatan Nyalindung. 

“Suaminya bernama Ujin usianya 70 tahun mengalami luka sedang dan istrinya luka ringan. Korban sudah mendapatkan penanganan medis sejak malam juga,” bebernya.

Saat ini, kata Usman, BPBD melakukan pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terkena bencana. Sehingga tidak membuka posko di lokasi bencana.

“Posko bencana langsung di BPBD,paling ada posko pembantu di setiap kecamatan. Sebab lokasi yang menyebar, sehingga pusatnya di BPBD,” terangnya.

Sementara itu, petugas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Perwakilan Sukabumi, Irwan mengatakan, saat ini jalan Sukabumi hingga ke Sagaranten sudah bisa dilalui dengan lancar. Meskipun masih licin akibat masih banyaknya tanah sisa longsoran yang berada di tengah jalan. 

“Dari semalam jalan sudah bisa dilalui dari dua arah, saat ini fokus ke perbaikan jembatan yang rusak,”pungkasnya.(rir/dzi)