Abubakar : Kades Jangan Jadi Single Fighter

Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar meminta Kades jangan jadi single fighter, tetapi harus menjadi pemimpin yang baik dan mengoptimalkan kinerja para perangkat desa

BANDUNG BARAT, HeadlineJabar.com
Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar meminta 41 kepala desa (Kades) terpilih menyelenggarakan pemerintahan desa lebih baik lagi. Salah satunya, optimalisasi team work aparatur Pemdes dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kades jangan jadi single fighter, tetapi harus menjadi pemimpin yang baik dan mengoptimalkan kinerja para perangkat desa. Sebab, pemerintahan ini dijalankan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Bupati Abubakar usai melantik 41 Kades terpilih di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, belum lama ini.

Abubakar menilai, desa merupakan pemerintahan terkecil yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Keberhasilan kepala desa dalam membangun desanya menjadi tolok ukur keberhasilan kepala daerah secara keseluruhan.

Selebihnya, kemampuan kepala desa dalam mengelola anggaran desa. Sangat dibutuhkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Apalagi, saat ini berbagai bantuan dari pusat, provinsi, dan kabupaten untuk desa terus bergulir.

“Total dana desa bisa mencapai Rp1,1 miliar. Ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp700 jutaan. Jadi, hal ini harus menjadi perhatian bagi kepala desa,” katanya.

Soal pemilihan kepala desa serentak yang digelar pada 30 Agustus lalu, Bupati Abubakar mengapresiasinya lantaran berlangsung kondusif. Para kepala desa diharapkan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya yang telah diberikan oleh masyarakat.

Seperti diketahui, pemilihan kepala desa secara serentak digelar di 41 desa di 14 kecamatan. Dari 41 kepala desa, 17 di antaranya merupakan petahana.

Abubakar juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat pada Pilkades lalu yang mencapai 73,5 persen dari 256.129 hak pilih. Sementara calon kepala desa mencapai 176 orang yang kemudian diverifikasi menjadi 157 orang.

“Satu desa memiliki 3-5 calon, bahkan ada yang lebih dari 5 calon. Ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menjadi kepala desa guna membangun daerahnya,” ujar Abubakar.(net/prlm/red/dzi)