Akibat Banjir dan Longsor, Sejumlah Desa di Sukabumi Terisolir‪

Foto : Bencana longsor dan banjir terjadi berkali-kali di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kerugian materi dan imateri sudah terasa. Bahkan akibat bencana ini sejumlah desa di Kabupaten Sukabumi harus rela terisolir

SUKABUMIheadlinejabar.com

Longsor dan banjir terus melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini bencana kembali terjadi di tiga titik di Kecamatan Jampang Tengah. Hal itu akibat curah hujan yang terus mengguyur sejak Senin (14/3/2016) sore hingga malam. Berdasarkan data dari Kecamatan Jampang Tengah, longsor terjadi di Desa Tanjungsari, satu titik di Kapung Cilimus, Desa Nangerang.

Sedangkan untuk banjir terjadi di Desa Padabeunghar yang menyebabkan satu jembatan penghubung antara Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah dengan Kampung Cilele, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar rusak hingga tak bisa dilalui.

Camat Jampang Tengah, Anas Anjasmara mengatakan, untuk di Kampung Cilimus, sebanyak lima rumah rusak berat dan empat terancam. Sedangkan 29 jiwa mengungsi. Pasalnya di daerah tersebut dalam beberapa waktu ini sudah beberapa kali terjadi longsor.

“Meskipun skala longsorannya kecil, namun tetap harus waspada,” ujar Camat Anas kepada headlinejabar.com, Selasa(15/3/2016).

Saat ini, kata Anas aparat pemerintah kecamatan dibantu TNI dan Polisi berupaya untuk melakukan relokasi. Hal itu sebagai antisipasi agar tak ada korban jiwa akibat longsoran.

“Persiapan relokasi sudah dibuat. Sebab dikhawatirkan akan terjadi bencana susulan,” ucapnya.

Selain itu, dirinya bersama TNI sedang meninjau ulang ke daerah Bojong Tipar untuk memasang tenda di lokasi bencana tersebut. Ditambah kata Anas, Saat ini buldozer sedang membersihkan area longsoran sekitar enam titik dari Bojong Tipar ke Tanjungsari.

“Agar daerah tersebut bisa segera dilalui makanya proses pembersihannya menggunakan buldozer,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Usman Susilo mengatakan, hingga saat ini jumlah daerah yang terjadi bencana longsor dan banjir mencapai 12 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kecamatan Nyalindung, Purabaya, Jampang Tengah, Cireunghas, Gegerbitung, Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja, Cisaat, Gunung Guruh, Nagrak dan Bantargadung.

“Untuk desanya sendiri sebanyak 32 desa yang tersebar di 12 Kecamatan,” terangnya.

Untuk korban jiwa sendiri tidak ada penambahan yakni dua orang luka dan satu orang masih dinyatakan hilang akibat terbawa arus saat kondisi air sungai sedang besar.

“Korban yang menghilang masih dilakukan pencarian,” pungkas.(rir/dzi)‬