Areal Sawah dan Jembatan di Desa Nangerang Wanayasa Tergerus Longsor

Foto : Areal tanah longsor di persawahan Kampung Nangerang Wetan Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa. Longsor ini sudah terjadi sejak tiga minggu ke belakang

PURWAKARTA, headlinejabar.com
Areal persawahan di Kampung Nangerang Wetan Desa Nangerang Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terkena longsor sepanjang 200 meter. Longsor itu memutuskan jembatan penghubung yang biasa digunakan warga menuju areal persawahan. Selain memutus akses jembatan, longsor juga mengakibatkan sawah warga hanyut terbawa longsor sedalam enam meter. Berdasarkan keterangan warga, longsor tersebut sudah terjadi sejak tiga minggu kebelakang.

Iman (39) warga Nangerang Wetan Desa Nangerang menjelaskan, longsor terjadi tepat di belakang pemukiman warga dusun tersebut. Akibat longsor itu jembatan satu-satunya penghubung warga ke areal persawahan terputus. Jembatan setinggi enam meter ini putus setelah tanah pijakan amblas dan tertimbun pepohonan. Menurut Iman, jembatan penghubung ini merupakan satu-satunya akses warga ke areal persawahan mereka.

“Karena terputus warga membuat jembatan darurat dari bambu. Kejadian sudah tiga minggu lalu, malam hari. Selain memutuskan jembatan penghubung, longsor juga mengakibatkan sawah warga tertimbun tanah tanah longsor,”ungkap Iman, Minggu (31/1/2016).

Luas medan longsor sepanjang 200 meter dengan ketinggian enam meter menggerus sawah. Sementara sungai yang berada tepat di bawah pemukiman warga ikut tertutup material tanah. Warga setempat sudah melaporkan kejadian tanah longsor itu kepada pemerintah Desa Nangerang.


Foto : Areal tanah pesawahan tergerus longsor di persawahan Kampung Nangerang Wetan Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa. Longsor ini sudah terjadi sejak tiga minggu ke belakang

“Sudah dilihat langsung oleh aparatur Desa Nangerang. Kami sementara waktu membuat jembatan untuk keperluan akses warga dalam beraktifitas. Longsor ini memutuskan jembatan penghubung yang biasa digunakan warga petani menuju areal persawahan,” ungkap dia.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Purwakarta Akun Kurniadi sempat merilis  18 desa dan kelurahan di Purwakarta rawan terjadi tanah longsor. Salah satunya desa di Kecamatan Wanayasa. Pihaknya sudah mengirim surat himbauan kepada pemerintah di 18 desa rawan longsor lebih waspada. “Kami tetapkan 18 desa rawan longsor dan gerakan tanah,” ungkap Akun.(aga)