Bagikan Kerudung Gratis, KAMMI Tolak Valentine

Foto : PD KAMMI Lakukan longmarch. di Jalan RE Martadinata, Kota SUkabumi, Mereka Tolak Hari Valentine day untuk dirayakan

SUKABUMI, headlineJabar.com

Puluhan Pelajar dan Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Mulsim Indonesia (KAMMI) Kota Sukabumi Jawabarat, melakukan aksi long march diruas jalan protokol Kota Sukabumi. Aksi tersebut diwarnai bagi – bagi kerudung secara gratis sekaligus mengajak seluruh umat muslim masyarakat Kota Sukabumi untuk menolak hari valentine dan menjalankan kewajibannya menutup aurat.

“Saya bersama teman-teman memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan merayakan valentine. Itu bukan tradisi orang muslim, tidak patut untuk dicontoh,” tandas Ketua Umum PD KAMMI Sukabumi, Irpan Maulana saat aksi long march di Jalan RE Martadinata, Minggu (14/02/2016).

Irpan menjelaskan hampir seluruh warga indonesia memiliki keyakinan dan mayoritas masyk arakat berkeyakinan sebagai seorang muslim. Namun dampak arus modernisasi yang terjadi saat ini mengakibatkan banyak masyarakat muslim yang jauh dari nilai-nilai kemuslimannya. ” Maka dari itu dengan gerakan ini kami ingin menyadarkan masyarakat untuk tidak melupakan dan meninggalkan nilai-nilai seorang muslim. Dengan ini kami berharap masyarakat bisa terketuk hatinya untuk sadar,” jelasnya.

Berdasarkan kondisi dan realitas dilapangan, KAMMI siap menjadi motor penggerak. Aksi ini sebagai aksi nyata dalam menjawab salah satu permasalahan yang ada khusunya tentang perayaan valentine yang banyak menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan masyarakat muslim. ” Kami terus mengajak dan menghimbau masyarakat agar tidiak keluar dari norma-norma agama islam. Kami siap menjadi penggerak,” katanya.

Tak hanya itu, Irpan menghimbau masyarakat agar menjalankan kewajiban menutup aurat disesuaikan dengan syariah islam. Indonesia memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan ideologi bangsa  yaitu pancasila, yang berisi ketuhanan yang maha esa. ” Kita berharap Muslim berkewajiban untuk menutup auratnya,” katanya.

Lanjutnya, peran pemerintah juga sangat dibutuhkan, dalam mendorong perubahan agar kondisi seperti ini tidak berkelanjutan. Irpan meminta pemerintah sebagai pemegang kebijakan untuk membuat kebijakan yang mewajibkan kepada seluruh umat muslim agar melarang adanya perayaan valentine dan mewajibkan untuk menutup auratnya. ” Jika kebijakan itu sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah, nilai- nilai keislaman tidak akan luntur dan terdegredasi.” Pungkasnya.

Sementara Walikota Sukabumi HM Muraz juga meski tak ada larangan namun menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama remaja untuk tidak merayakan hari Valentine.

“Meski sulit saya menghimbau, sebaiknya jangan merayakan Valentine, mudah – mudah masyarakat mengerti apa itu Valentine,” jelas Muraz.

Yang harus dipikirkan, hari valentine berkaitan tidak dengan budaya kita, karena itu jangan masyarakat ikut merayakannya, karena tidak sesuai dengan tradisi kita. “ pokoknya saya menghimbau, masyarakat untuk tidak merayakannya,” tukasnya. (rir)