DKP Purwakarta Tambah 5 Unit Armada Damkar Tahun ini

Foto : Ilustrasi Kendaraan Armada Pemadam Kebakaran (Damkar). Sumber, istimewa

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Purwakarta akan memberlakukan pos wilayah untuk pelayanan pemadam kebakaran (Damkar) di tiap wilayah kecamatan rawan kebakaran tahun 2016 mendatang. Langkah pertama kali yang dilakukan yakni penambahan lima unit mobil armada Damkar. Selain penambahan armada kendaraan, DKP turut melakukan rekrutmen personil Damkar.

 

“Nanti kami bicarakan penambahan lima unit armada ini untuk ditempatkan di mana saja. Prioritasnya armada baru akan ditempatkan di titik wilayah paling rawan dan sering terjadi kasus kebakaran tiap tahunnya,” jelas Kadis DKP Purwakarta Ruslan Subanda, belum lama ini.

Menurutnya, selama tahun 2015 ini terjadi peningkatan kasus kebakaran yang signifikan. Bahkan penyebab kasus cukup berpariasi. Mulai dari arus pendek, cuaca ekstrim, sampai kelalaian pemilik rumah. Selama tahun 2015, peningkatan signifikan juga terlihat pada kasus kebakaran lahan.

“Menjadi prioritas kami akan menambah armada kendaraan dan personil dari kalangan PNS. Nantinya, setiap kecamatan ditarget memiliki satu unit kendaraan Damkar dengan personil yang siaga. Sehingga, tiap kecamatan dapat melakukan antisifasi terlebih dahulu saat terjadi kebakaran di wilayahnya,” terang Ruslan.

Sementara, Kabid Damkar DKP Purwakarta Yudi Herdiana mejelaskan, beberapa wilayah antara lain Kota Purwakarta, Bungursari, Babakancikao, Campaka, dan Maniis merupakan wilayah paling rawan terjadi kebakaran. Terbukti setahun ini kasus kebakaran di lokasi tersebut terhitung paling banyak.

“Peningkatannya cukup tinggi. Apalagi dengan fenomena kemarau panjang kemarin, menyumbang puluhan kebakaran. Paling banyak memang kasus kebakaran lahan. Sisanya kebakaran rumah terjadi karena arus pendek,” ungkap Yudi.

Terkait penambahan armada kendaraan Damkar kata Yudi, jelas sangat perlu mengingat kondisi yang terjadi saat ini. Di tahun depan, dengan pendambahan 5 unit mobil Damkar sudah terbilang cukup. Antisifasi dan pencegahan musibah akan semakin efektif, karena tidak perlu menunggu armada dari kota.

“Nanti kami di kota akan mengirim bantuan. Intinya lebih cepat ditindak, kerugian bisa ditekan seminimal mungkin. Dan mobil Damkar akan stand by di kantor pemerintahan setempat. Masyarakat bisa langsung menghubungi kontak person petugas yang ada,” jelas dia.(aga)