Kota Depok Butuh 700 Anggota Satpol-PP

DEPOK, headlinejabar.com
Walikota Depok, Jawa Barat, Idris Abdul Shomad mengatakan, profesionalisme sebagai Satpol-PP harus tetap menjadi acuan dalam mengawal peraturan daerah (Perda).
“Dengan semangat hari ulang tahun Satpol-PP mari kita tingkatkan sumber daya manusianya serta kemampuan profesional anggota dalam penegakan Perda yang harus diutamakan,” kata Walikota Idris dalam peringatan hari jadi ke-66 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/3/2016).
Acara itu sekaligus dirangkai dengan hari Kesadaran Nasional Tingkat Kota Depok, Jawa Barat, ke-54 digelar di Lapangan Balaikota Depok. Hadir dalam acara HUT Satpol PP tersebut, Walikota dan Wakil Walikota, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres dan perwakilan dari Oramas serta LSM se-Kota Depok.
Lebih lanjut Idris menekankan perlunya pelatihan-pelatihan berdasarkan usia karena saat ini banyak dari anggota Satpol-PP Kota Depok yang berusia 50 tahun segera pihaknya akan melakukan peremajaan.
“Kita perlu melakukan pemetaan terhadap anggota satpol pp yang telah berusia 50 tahun ke atas apakah mereka masih layak dalam mengawal perda atau tidak untuk kita perlu melakukan lompatan-lompatan yang berani dalam rangka meningkatkan profesional dari para anggota,” jelas Idris.
Idris mengatakan bahwa saat ini keanggotaan Satpol PP di Kota Depok dirasa masih sangat kurang dimana jumlah penduduk Kota Depok saat ini sudah mencapai angka 2 juta.
“Jelas sangat kurang karena idealnya seharusnya diangka 600 sampai 700 anggota Satpol-PP,” terang dia.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan bahwa Satpol-PP harus bersikap persuasif dalam menghadapi aksi demonstrasi dan penggusuran terhadap bangunan yang menyalahi aturan serta melaksanakan tugas dengan mengedepankan hati nuraninya.
“Kalau kita sifatnya hanya mengawasi saja kita hanya memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah karena semua aduan tentunya masuk ke kami,” tegasnya.
Diakhir acara Hut Satpol PP turut pula ditampilkan berbagai macam atraksi seni bela diri yang dilakukan oleh anggota Satpol PP serta aksi marching band oleh satuan para raider dari 328 Kostrad.(yog/dzi)
Baca Juga  Pertamina Berikan Sanksi Pemutusan Hubungan Usaha Bagi Agen Nakal