P2RW Bisa Tingkatkan Swadaya Masyarakat

Foto : Walikota Sukabumi HM Muraz saat meninjau hasil  P2RW di kampung Liungtutut RW 03, Kelurahan Dayeuh luhur, Kecamatan Warudoyong, Muraz
mengatakan dengan P2RW  Tingkat swadaya semakin tinggi dimasyarakat

SUKABUMI, HeadlineJabar.com
Walikota Sukabumi, H Mohammad Muraz mengevaluasi Program Pembangunan Rukun Warga (P2RW) tahun ke dua di 2015, diakuinya lebih baik dibanding tahun sebelumnya dilihat dari tingkat swadaya masyarakat yang terus semakin meningkat.

“Program P2RW akan terus dilanjutkan karena sangat efektif untuk masyarakat, terlebih swadaya masyarakat yang semakin meningkat. Dari Rp15 juta yang diberikan rata- rata Rp40 sampai Rp45 juta yang digunakan untuk membangun,” jelas Muraz besrta Rombongan ditengah monitoring dan evaluasi (Monev) P2RW dibeberapa lokasi.

Penggunaan dana P2RW diperuntukan apa saja untuk pembangunan dilingkungan RW, dari beberapa titik lokasi pembangunan dirinya mengakui cukup puas, terlebih tingkat kesadaran masyarkata cukup tinggi salah satunya seperti yang dilakukan Rw 03 di Kampung Liungtutut, Kelurahan Dayeuh Luhur, Kecamatan Warudoyong Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Saya beri apresiasi masyarakatnya sangat peduli, mereka tidak ada
kecemburuan sosial ketika dananya digunakan untuk membangun rumah warga yang tidak mampu,” beber Muraz

Saat ini pengerjaan P2RW, lanjut Muraz, berdasarkan hasil monitoring dilapang sudah diatas 90 persen lebih, sampai bulan Desember tahun ini saya rasa semua sudah selesai berikut SPJ-nya.

Muraz berharap kedepan mudah-mudahan anggaran P2RW bisa bertambah. “Jika memang memungkinkan keuangan daerah, dana P2RW akan ditambah, dengan harapan pembangunan merata hingga tingkat RW,”  pungkasnya.

Sementara itu Kabag Tata Pemerintahan, Iskandar Ihfan menambahkan, pihaknya terus melakukan Monev bersama tim yang terdiri dari unsur kelurahan dan LPM masyarakat setempat.

“Sambil berjalan, saat ini dilakukan penilaian agar lebih termotivasi.
Kami akan memberikan reward sebagai bentuk apresiasi yaitu akan ditambah Rp5 juta bagi pemenang juara satu di tiap RW dan juara dua Rp2,5 juta,” tambahnya.

Seperti diinformasikan, untuk SPJ bisa diserahkan terakhir sampai awal Januari. Penilaian tim monev berdasarkan perencanaan 30 persen, pelaksanaan 40 persen dilihat dari proposal awal dan pemanfaatannya, dan yang terakhir dilihat dari SPJ mereka nilainya 30 persen.(rie)