Pegawai Pemkot Sukabumi Siap Dites Urine

Foto : Wakil Walikota Sukabumi, Jawa Barat, Achmad Fahmi, memberikan keterangan seputar kesiapan para pegawai Pemkot Sukabumi untu mengikuti tes urine. Wawali Fahmi memberikan keterangan seusai membuka Karnaval dan Lomba Ekonomi Kreatif 2016 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (16/3/2016)

SUKABUMI, headlinejabar.com

Pemkot Sukabumi, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan melakukan tes urine terhadap semua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Sukabumi. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya PNS di lingkungan Pemkot Sukabumi yang kemungkinan mengonsumsi narkoba.

“Kita berani (dites urine). Nanti dalam rangkaian Hari Jadi Kota Sukabumi, kita akan laksanakan tes urine kepada semua (PNS),” kata Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, seusai membuka Karnaval dan Lomba Ekonomi Kreatif 2016 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (16/3/2016).

Menanggapi penangkapan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi Marwadi, Fahmi mengatakan menjadi seorang kepala daerah itu harus menjaga sikap dan tabiat. Artinya, seorang kepala daerah itu harus menjadi contoh yang baik bagi warganya.

“Jadi kepala daerah itu harus berkhidmat, harus menjadi contoh, harus mennjadi teladan. Yang itu kan baru dilantik kemarin (baru-baru ini),” tukas Fahmi.

Tak hanya tes urine, lanjut Fahmi, seluruh PNS di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Sukabumi juga sudah melaksanakan voluntary counseling test (VCT) atau tes HIV/AIDS.

“Alhamdulillah, pak wali (kota) dan saya tidak merokok. Masak nyabu (konsumsi sabu-sabu), merokok juga tidak,” katanya sambil berseloroh.

Sementara menyangkut kegiatan Karnaval dan Lomba Ekonomi Kreatif, Fahmi menyebutkan, di Kota Sukabumi saat ini pelaku ekonomi kreatif terus berkembang. Pemerintah tentunya harus ikut mendorong agar mereka terus berkembang.

“Apalagi dengan infrastruktur yang semakin baik. Tingkat persaingan bisa didukung dengan ekonomi kreatif,” terangnya.

Di Kota Sukabumi ekonomi kreatif kebanyakan menggeluti usaha kuliner dan perajin batik. Bentuk dukungan mengembangkan batik dilakukan pemerintah dengan membantu dari sisi pembinaan.

“Kita selalu mengupayakan membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkembang. Tapi kita belum bisa full membantu. Baru sebatas pembinaan. Kalau untuk pemasaran belum bisa kita bantu maksimal,” ucap Fahmi.(rir/dzi)