Jabar  

Peringatan HKN di Purwakarta Gagal Paham

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) harusnya dipahami agar menjadi momentum refleksi kerja pembangunan kesehatan oleh stakeholder terkait.

Yaitu kegiatan yang behubungan langsung dengan kesehatan yang merupakan hak dasar rakyat.

Demikian dikatakan Koordinator Lingkar Studi Pembangunan Purwakarta (LSPP) Widdy Apriandi menyikapi sejumlah rangkaian kegiatan HKN 2022 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta baru-baru ini.

Menurut Widdy, ada banyak hal soal kesehatan di Purwakarta yang menjadi catatan penting, di antaranya angka stunting di Kabupaten Purwakarta yang relatif masih tinggi.

“Di tahun 2021, teridentifikasi angkanya sekitar 20,16 persen. Posisi ke-11 di Jawa Barat. Hal lainnya, juga perlu diperiksa secara serius berapa banyak rakyat Purwakarta yang belum mendapatkan jaminan kesehatan, lebih khusus rakyat yang terkategori miskin,” kata Widdy kepada wartawan, Selasa 8 Oktober 2022.

Baca Juga  Perbup Ini Atur Bagi Hasil Pajak Retribusi Desa di Purwakarta

Pertanyaan lainnya, lanjut Widdy, bagaimana pencapaian kerja Dinkes Purwakarta. Apakah sesuai dengan rencana strategis (renstra) dan rencana kerja yang telah ditetapkan? “Hal ini juga tidak terpublikasi dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, lomba karaoke yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dalam peringatan HKN 2022 juga menuai protes. Pasalnya, kegiatan tersebut dilakukan ditengah-tengah persoalan kesehatan masyarakat yang masih menumpuk, diantaranya soal penanganan stunting dan gizi buruk di wilayah tersebut.

Baca Juga  Menteri PAN-RB Resmikan MPP Bale Madukara

“Kok lomba karaoke? Padahal upaya penurunan angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Purwakarta. Bukannya Pemkab telah mengeluarkan kebijakan agar kasus tersebut menurun?” kata Sekretaris Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Hikmat Ibnu Ariel.

Menurut Ariel, pekerjan rumahnya cukup banyak, dari 20 persen lebih data stunting yang ada, harus diturunkan sekitar 6 persen agar tahun ini angkanya menjadi 14 persen, dan itu tentu tidak mudah.

Baca Juga  PHK Sepihak, Ratusan Buruh Kepung PT. Anugrah Mutu Bersama di Cipeundeuy Subang

“Oke, kalau karokean juga diklaim bisa membuat badan jadi sehat, tapi apakah penanganan gizi buruk atau anak-anak stunting tidak lebih penting? Belum lagi soal pandemi yang masih belum usai,” kata Ariel.

Diketahui, lomba karaoke yang digelar di lingkungan Dinkes Kabupaten Purwakarta itu diikuti oleh peserta yang berasal dari internal dinas, PKMS, rumah sakit dan klinik yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta. Hingga naskah ini ditulis, awak media belum mendapatkan klarifikasi dari dinas terkait.