PJU di Kabupaten Sukabumi Masih Minim

Foto : Di kabupaten Sukabumi, jalan warungkiara, dan jalan cikidang masih minim PJU.

SUKABUMIheadlineJabar.com

Dari 2.115 kilometer jalan yang membentang di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi Jawabarat, baru sepanjang 275 kilometer atau sekitar 13,5 persen ruas jalan yang sudah dilengkapi lampu penerangan jalan umum (PJU). Kondisi tersebut cukup membahayakan pengendara, mengingat sebagian besar kontur jalan di Kabupaten terluas se-Jawa dan Bali ini berkelok dan dikelilingi jurang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi Thendy  Hendryana mengakui, pada malam hari, sejumlah ruas jalan seperti Jalan Cikidang sangat berbahaya. Selain gelap dan berkelok, di beberapa titik jalan milik Provinsi Jawa Barat itu juga berbatasan langsung dengan jurang. Akibatnya, sejumlah kecelakaan di jalan tersebut kerap menimbulkan korban jiwa.

“Kebutuhan PJU untuk menerangi semua ruas jalan sekitar 24.400 unit. Saat ini baru terpenuhi sebanyak 3.300 unit. Jumlah tersebut untuk menerangi jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Untuk menghindari kecelakaan, kami memasang banyak informasi di Jalan Cikidang dan imbauan agar kendaraan yang melewati jalan tersebut masih laik pakai,” ujar Thendy di kantornya, Senin (15/2/2016).

Sebagian besar jalan yang masih belum dilengkapi PJU tersebar di wilayah selatan seperti Pajampangan dan Palabuhanratu. Pengendara harus ekstra waspada karena kondisi jalan yang gelap dan berlubang. Thendy menuturkan, panjang jalan nasional sekitar 115 kilometer, sedangkan jalan provinsi dan kabupaten sepanjang 300 dan 1.700 kilometer.

“Lampu PJU nasional baru sebanyak 282 unit atau masih kurang 868 unit. Kekurangan itu mengacu pada jarak ideal sekitar 100 meter per PJU. Untuk jalan provinsi idealnya dilengkapi 6.000 unit. Untuk jalan kabupaten sebanyak 17.247 unit. Kenyataannya, jumlah PJUyang baru dibangun di jalan provinsi hanya sebesar 12,5 persen atau sebanyak 750 unit,” katanya. Sementara itu, di jalan kabupaten baru dibangun 2.281 atau sekitar 13,3 persen dari kebutuhan ideal. Menurut dia, jalan nasional terbentang dari Bogor sampai Cianjur, sedangkan jalan provinsi seperti Sukabumi-Palabuhanratu. “Pemkab setiap tahun berusaha menambah jumlah PJU. Pada 2015 dibangun sebanyak 343 unit. Sebanyak 287 unit berasal dari biaya bantuan provinsi sebesar Rp 6,7 miliar. Dari APBD kabupaten sebesar Rp 400 juta untuk membangun 56 unit PJU,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dana Rp 6,7 miliar termasuk untuk biaya perawatan dan perbaikan PJU yang rusak. Menurut dia, pembangunan PJU baru di antaranya mempertimbangkan masukan dari masyarakat. “Warga bisa mengajukan untuk permohonan membangun PJU di wilayahnya. Kami akan menerima setelah pengajuannya sesuai mekanisme seperti setelah adanya usulan dari tingkat desa hingga musrenbang kecamatan dan daerah,” katanya.

Thendy menuturkan, pada 2016, akan ada 90 titik ruas jalan yang dilengkapi PJU baru. Di antaranya, jalan di sekitar Kecamatan Warungkiara. “Jalan menuju Palabuhan ratu itu mendapat perhatian khusus akan dilintasi para peserta Pekan Olah Raga Nasional Jawa Barat untuk cabang olah raga tinju,” ujarnya.  

Suryadi (35), warga Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi berharap pemasangan PJU baru dilakukan secara merata. PJU sangat penting untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas terutama di jalur rawan kejahatan seperti Cikidang. “Setelah dibangun juga harus diurus. Jangan seperti sekarang banyak PJU yang tak berfungsi,” katanya. (rir)