Jabar  

Rumah TKW di Sukabumi Tertimpa Longsor

Foto : Rumah Lisnawati (35) seorang TKW di Sukabumi, Jawa Barat ini, jebol diterjang tanah longsor, Minggu (12/3/2016) malam.

SUKABUMIheadlinejabar.com

Rumah milik Lisnawati (35) seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Lebaksiuh 2 RT 30/10 Desa Sukamaju Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jebol diterjang tanah longsor, Minggu (12/3/2016) malam. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian itu karena rumah yang baru direnovasi tersebut dalam keadaan kosong.

Berdasarkan informasi, kejadian itu bersamaan hujan deras pada Minggu (12/3/2016) petang hingga malam. Rumah Lisnawati sekarang diurus orangtuanya. Dia sudah hampir satu tahun ini bekerja di Arab Saudi. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Aan bin Dasik, 70, orangtua Lisnawati, sedang berada di mesjid. Sedangkan tiga orang anak Lisnawati tinggal di rumah Aan yang letaknya bersebelahan.

Baca Juga  Lulus TKD CPNS Belum Tentu Jadi PNS

“Setelah salat maghrib, saya diam dulu di mesjid sambil menunggu hujan reda. Ya, sambil baca-baca Alquran. Waktu itu memang hujan deras. Setelah salat isya, ada air dan lumpur di sekitar halaman mesjid. Saya kaget dan langsung pulang ke rumah. Tadinya saya mau mengungsikan istri dan cucu ke rumah anak saya (Lisnawati). Tapi ternyata bagian belakang rumah anak saya sudah jebol,” terang Aan.

Baca Juga  Massa DKR Gruduk DPRD Depok

Jebolnya bagian belakang yang terdiri dari bagian dapur, kamar mandi, dan kamar tidur itu akibat tebing setinggi lebih kurang 10 meter longsor. Tak hanya rumah anaknya saja, bagian belakang rumah milik Aan pun ikut tertimpa material tanah longsor. Sementara ini Aan bersama istri dan tiga orang cucunya mengungsi sementara ke rumah tetangganya.

“Anak saya juga belum diberitahu kejadian ini, termasuk ke Duduh (menantu). Padahal sekitar 20 hari lagi anak saya akan pulang. Kiriman uang selama anak saya bekerja di Arab Saudi dipakai merehab rumah,” ucapnya. 

Baca Juga  Walikota Depok Buka Bersama Wartawan

Akibat bencana itu, diperkirakan nilai kerugian sekitar Rp35 juta-Rp40 juta. Personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi sudah meninjau lokasi. “Kejadian bencana tanah longsor baru kali ini,” kata Ketua RT setempat, Irfan kepada headlinejabar.com.

Selain rumah Aan dan anaknya, menurut Irfan, ada sejumlah rumah lainnya yang bisa saja terancam tanah longsor karena berada di bawah tebing. 

“Saya mengimbau agar warga waspada saat musim hujan saat ini. Tadi juga pak sekda (sekretaris daerah) sudah datang meninjau ke sini. Mudah-mudahan segera ada bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.(rir/dzi)