Walikota Sukabumi HM Muraz Ajak Warganya Lestarikan Wayang Sukuraga

Foto : Walikota Sukabumi, Jawa Barat, HM Muraz dalam format pertunjukan konser di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (5/3/2016) malam lalu. Muraz mengajak masyarakat untuk melestarikan kesenian Wayang Sukuraga yang telah ditetapkan sebagai kesenian khas Kota Sukabumi

SUKABUMI, headlinejabar.com

Walikota Sukabumi, Jawa Barat, HM Muraz mengajak masyarakat untuk melestarikan kesenian Wayang Sukuraga yang telah ditetapkan sebagai kesenian khas Kota Sukabumi. Kreativitas yang dikembangkan oleh penggagas dan seniman Sukuraga yakni Effendi dan Asrizal Nur, harus diteladani dan ditiru agar seni khas Kota Sukabumi dapat berjaya dan dikenal ke seluruh dunia.

“Tugas kita semua adalah berpartisipasi dan mengambil peran menjaga kesenian Sukuraga agar dapat dimiliki oleh seluruh anak bangsa dan menjadi bagian penting dari khasanah kebudayaan Indonesia,” kata Muraz kepada wartawan, Kamis (10/3/2016).

Sebagai hasil karya cipta anak bangsa yang tinggal di Kota Sukabumi, lanjut dia, Wayang Sukuraga harus terus dipupuk untuk dijaga kelestariannya. Kesenian ini mesti dapat  memperkaya puncak-puncak budaya bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Kesenian Sukuraga sarat dengan nilai-nilai filosofis Sunda yang terkenal dengan keramahtamahan, kesantunan, kegotongroyongan, dan agamis, selain dapat berfungsi menghibur juga menjadi media pendidikan dan pencerahan bagi masyarakat,” ungkap Muraz.

Seperti diketahui, Wayang Sukuraga tampil dalam format pertunjukan konser di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (5/3/2016) malam lalu.
Dalam konser tersebut, Walikota Sukabumi HM Muraz menyampaikan orasi kebudayaan yang diteruskan dengan pembacaan puisi oleh Walikota Depok, Jawa Barat, Idris Abdul Shomad dan Wakil Walikota Sukabumi, H Achmad Fahmi.

“Satu kebanggaan bagi masyarakat Kota Sukabumi bahwa salah satu kesenian khas yang lahir dari kreativitas warga dan  bersumber kearifan lokal Kota Sukabumi yaitu Wayang Sukuraga telah diangkat dalam sebuah konser di panggung bergengsi di Taman Ismail Marzuki,” kata Muraz.

Selain Sukuraga, berbagai cabang seni seperti  Seni Ngageulis (ngagotong lisung atau menggotong lesung) dan Boles (bola leungeun seuneu atau bola tangan api)  secara otentik berakar dari tradisi seni dan budaya Kota Sukabumi.(rir/dzi)