Warga Desa Kembang Kuning Ramai-Ramai “Ngagubyag Balong”

Salah Seorang Warga Desa Kembang Kuning Memperlihatkan Hasil Tangkapannya dalam Kegiatan “Ngagubyag Balong”

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com Ratusan warga Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta turun menjeburkan diri ke sebuah kolam ikan (Ngagubyag Balong), Minggu (30/8/2015).

Puluhan Warga Menyaksikan Kegiatan yang Dilaksanakan

Warga berlomba menangkap ikan yang ada di kolam dengan menggunakan tangan dan hanya dibantu alat seadanya. Mereka (warga) yang berhasil menangkap ikan berhak membawanya pulang. Adapun ikan yang dimasukan ke dalam kolam itu pun lebih dari satu ton.

Apa yang dilakukan warga tersebut tak lain untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-70, HUT Kota dan Kabupaten Purwakarta ke-184 dan ke-47 sekaligus syukuran emenangan kepala desa terpilih Lamri Sopandi sebagai Kades Kembang Kuning dalam Pilkades yang dilaksanakan serentak pekan lalu.

Lamri dinyatakan sebagai pemenang sebagai Kades terpilih setelah meraih suara sebanyak 2489. Jumlah tersebut mengalahkan dua calon lainnya termasuk incumbent.

“Alhamdulilah saya mendapat kepercayaan dari warga,” ungkap Lamri.

Ia mengakui, acara ngagubyag ini sebenarnya bukan secara langsung dilakukan oleh dirinya. Bahkan sebenarnya dia merasa kaget ada kegiatan tersebut.

Lamri Sopandi Kades Kembang Kuning Terpilih

Menurutnya, menangkat ikan di kolam secara bersama-sama atau masyarakat biasa menyebutnya ngagubyag, merupakan kebiasaan yang sudah turun temurun dilakukan oleh warga di wilayahnya.

Kebiasaan yang sudah menjadi kebudayaan itu ternyata memiliki makna yang sangat baik, yaitu untuk mempersatukan masyarakat setelah terjadi perbedaan dalam mendukung calon jagoannya masing-masing dalam Pilkades.

“Sebenarnya memiliki makna untuk menyatukan seluruh masyarakat setelah Pilkades, karena saat sebelum Pilkades terjadi perbedaan pendapat soal dukungan calon kades,” ujar Lamri Kades terpilih Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur ini.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Kecamatan Jatiluhur, Cece Sumarna menyebutkan, dengan terpilihnya Kades baru di Desa Kembang Kuning, diharapkan dapat terus melakukan perbaikan.

“Kita sebagai warga pasti menginginkan yang terbaik. Diharapkan, Kades terpilih ini dapat mengemban tugas sesuai dengan amanah masyarakat,” harapnya.

Menurut Cece, orang Indonesia yang identik dengan gotong royongnya, termasuk warga di Kecamatan Jatiluhur. Maka pasca pelaksanaan Pilkades, tidak diperkenankan adanya permusuhan antar warga.

Terlebih permusuhan yang bisa menghambat pembangunan desa. Karenanya, ngagubyag kolam dilakukan, dan siapa saja berhak untuk mengambil ikan yang dilepaskan secara bebas di dalam kolam, termasuk untuk lawan politik.

Lebih lanjut dia menyampaikan, ini merupakan sebuah kebudayaan yang memiliki makna sangat baik, karena memang sudah seharusnya masyarakat bahu membahu, gotong royong untuk membangun desa dengan komando yang dipimpin oleh kepala desa baru.

Meski demikian, bukan berarti kepala desa itu merupakan di atas segala-galanya dalam menentukan kebijakan pembangunan di desa.

“Sebab, didalamnya terdapat perangkat desa yang mewakili suara warganya. Sifat gotong royong itu tidak boleh pudar, itu identitas bangsa kita,” ucapnya.(ays/dzi)