89.502 Balita di Purwakarta Diproyeksikan Ikuti PIN Polio 2016

Foto : Keramahan petugas PIN Polio membujuk Balita agar mau divaksinasi. Sumber, istimewa

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memproyeksikan sedikitnya 89.502 Balita mendapatkan imunisasi polio dalam program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio gratis yang diselenggarakan pemerintah dari 8 hingga 15 maret 2016. Sebanyak 395 tenaga supervisor dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diterjunkan di 1.071 pos PIN.

Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes (P2PL) Dinkes Purwakarta, Yunia Rachmiati menyebutkan, dari proyeksi 89.502 Balita dengan bantuan 1.071 pos PIN 95 persen Balita di Kabupaten Purwakarta ikut serta dalam PIN Polio.

Baca Juga  Sering Gatal Berindikasi Penyakit Lever

“Balita harus mendapatkan imunisasi Polio dalam PIN ini. Kami menyiapkan 395 tenaga supervisor dari Puskesmas diterjunkan di 1.071 pos PIN, targetnya harus tercapai di atas 95 persen dari proyeksi,” ujar Yunia kepada headlinejabar.com di ruang dinasnya, Kamis (10/3/2016).

Ia menambahkan, imunisasi Polio ini adalah penguatan kekebalan tubuh, imunisasi tambahan secara massal bagi Balita. Akibat penyakit Polio sendiri bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit khususnya kelumpuhan bagi seorang Balita di masa depan.

Baca Juga  Satgas COVID-19 Jabar: BOR Kembali Turun, Prokes Harus Tetap Diperketat

“Manfaat vaksinasi atau imunisasi polio untuk pencegahan. Tidak ada masalah diberikan bagi Balita yang sudah pernah diimunisasi Polio, vaksinasi tidak melihat status imunisasi,” terang dia.

Menurutnya, angka balita yang mendapatkan imunisasi polio secara rutin dipurwakarta cukup tinggi sekitar diatas 90 persen. Sementara untuk ketersedian vaksin polio, sambung dia, kita sudah diambil kecuali kalau kebutuhannya masih kurang.

Baca Juga  Ekstra Waspada, Seluruh Kab/Kota Dianggap Level 4

“Kita ambil lagi ke dinas kesehatan provinsi jabar, bahkan jika melebihi dari proyeksi. tinggal meminta ke provinsi, vaksin sudah siap”, tambah dia.

Dilanjutkannya, biaya operasional pelaksanaan PIN Polio ada dari pemerintah pusat maupun daerah. “Untuk puskesmas dari APBN yakni DOK, sementara dana dari APBD dipergunakan untuk perjalanan-perjalanan atau transport sosialisasi,” tutup Yunia.(jem/dzi)