Korban Gadget, Ratusan Pelajar Sukabumi Bermata Minus

Foto : Pelajar Kota Sukabumi saat menerima bantuan kacamata minus

SUKABUMI, headlinejabar.com
Sedikitnya 525 pelajar dari 1800 pelajar semua tingkatan di Kota Sukabumi dinyatakan bermasalah dengan penglihatan mata minus. Hasil pemeriksaan mata, jumlah tersebut dipersentasikan sebesar 24 persen dari jumlah pelajar yang ada.

“Mereka membutuhkan kacamata minus agar bisa kembali normal penglihatannya. Tapi, dibanding daerah lainnya, di Kota Sukabumi jumlah pelajar yang menderita mata minus masih terbilang kecil. Di daerah lain secara persentase di atas 30 persen,” terang Wali Kota Sukabumi H M Muraz, usai penerimaan bantuan kacamata minus program donasi Bright Eyes Brihgt Future, di Balai Kota Sukabumi Jawa Barat, Selasa (3/2/2016).

Bantuan tersebut bagian dari donasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa. “Kami merespons positif adanya donasi dari pihak perusahaan mini market dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang bermasalah pada penglihatannya,” kata Muraz.

Penyebab utama masih banyak pelajar yang menderita mata minus, kata Muraz, karena keseringan bermain gadget tanpa dibatasi penggunaannya. Apalagi, tak sedikit juga yang kurang makan sayur-sayuran, olahraga, maupun keseringan membaca sambil tiduran.

“Itu kebiasaan-kebiasaan jelek yang bisa memicu permasalahan pada mata,” sebutnya.

Government Relation Manager Alfamart, Fathurrahman mengatakan program tersebut merupakan kerja sama Yayasan Berani Bhakti Bangsa. Selain untuk pelajar di Kota Sukabumi, bantuan juga diberikan kepada pelajar lainnya di 30 kota di Indonesia.

“Jumlah kacamata yang kami berikan secara gratis ini sebanyak 30 ribu buah untuk pelajar yang mengalami masalah pada penglihatan jarak dekat. Di Kota Sukabumi kami berikan untuk 525 pelajar. Dari 525 pelajar itu ada yang sudah mencapai minus 9,5,” kata Fathurrahman.

Bantuan tersebut berasal dari hasil donasi konsumen Alfamart-Alfamidi yang dihimpun selama periode 1 Februari hingga 30 April 2015. “Rangkaian program dilaksanakan mulai dari pemeriksaan mata secara gratis dan ditindaklanjuti dengan pembagian kacamata minus,” katanya.(rir)