PT PJB BPWC Gelar Donor Darah

Dalam Rangka Peringati Bulan K3, CSR, dan Aksi Kemanusiaan

Foto : Dua orang pendonor cantik terlihat gembira di tengah aksi donor darah PT PJB BPWC

BANDUNG BARATheadlinejabar.com

Dalam Rangka Memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), PT Pembangkitan Jawa Bali Badan Pengelola Waduk Cirata (PJB BPWC) menyelenggarakan donor darah di Gedung Serbaguna Base Camp PT PJB BPWC, Kompleks Perkantoran PT PJB BPWC Jalan Raya PLTA Cirata No 12 Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/2/2016).

Donor darah yang diikuti oleh ratusan pendonor umum ini dilakukan mulai pukul 8.00 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan bertema “Setetes Darah Anda Sangat Berarti” ini, juga dilakukan dalam rangka kemanusiaan.

 

Foto : Suasana pendonor darah di ruangan Gedung Serbaguna Base Camp PT PJB BPWC

Kepala PT PJB BPWC Mochammad Agustian mengatakan, pada kesempatan donor dara ini pihaknya menarget minimal 150 pendonor. Pada saat pelaksanaan, jumlah pendonor dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum melonjak. Bahkan, hampir mayoritas pegawai PT PJB BPWC maupun PJB UP Cirata turut mendonorkan darahnya.

 

Foto : Warga para pendonor terlihat sabar saat mengikuti tes kesehatan darah oleh petugas PMI Kabupaten Bandung Barat

“Menandakan jika kesadaran masyarakat cukup tinggi dalam hal aksi kemanusiaan seperti ini. Dalam rangka K3 dan pengguliran CSR donor darah kami gelar rutin selama empat bulan sekali. Aksi donor darah ini sudah sering kami lakukan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Barat,” jelas Agustian di tengah kegiatan donor darah.

 

Foto : Warga dan salah seorang scurity tengah mendonorkan darahnya di Gedung Serbaguna Base Camp PT PJB BPWC

Agustian juga turut terlihat menyumbangkan darahnya. Terlihat santai, menandakan dirinya siap dan terbiasa dengan aktivitas donor darah. Pihaknya menilai, selain berbagai nilai sosial yang didapat, donor darah memiliki banyak keuntungan jika dilakukan teratur. Memandang faktor itu, PT PJB BPWC bisa menggelar aksi donor darah ini sampai empat kali dalam setahun.

“Targetnya hanya warga sekitaran PT PJB BPWC mulai dari Cipeundeuy, Maniis, Cikalongkulon. Setiap digelar punya target minimal 150 kantung darah terkumpul. Jumlah pendonor di sini selalu mengalami peningkatan. Bahkan hampir seluruh pegawai di sini turut andil mendonorkan darahnya,” tutur dia.

 

Foto : Salah seorang pendonor perempuan terlihat rileks saat memberikan darahnya dibantu petugas PMI Kabupaten Bandung Barat

Manager Perencanaan dan Pengendalian PT PJB BPWC Sumantri menambahkan, aksi seperti ini merupakan bagian dari peran serta PT PJB BPWC dalam memberikan pengaruh positif kepada masyarakat. Termasuk, timbal balik pengaruh itu ditunjukan dalam kampanye donor darah PT PJB BPWC yang tak pernah sepi dari pendonor.

“Di sini antusiasme masyarakat cukup tinggi, setiap even donor darah selalu dipenuhi. Selain aksi kemanusiaan, donor darah itu sudah disadari menyehatkan dan mesti dibudayakan. Di sini kami mengutamakan warga sekitar, bahkan pejabat kecamatan kami undang mulai dari kepolisian, TNI dan pemerintah kecamatan,” tutur Sumantri.

 

Foto : Kepala PT PJB BPWC Mochammad Agustian terlihat santai di saat mengikuti aksi donor darah PT PJB BPWC

Salah seorang pendonor asal PT Cirata Karya Lestari (Cikal) Nia Kurniawati (38) mengaku terdorong untuk melakukan donor darah. Sebelumnya, Nia selalu gagal pada saat hendak mendonorkan darah, dengan alasan kurang darah. Namun, saat ini ia sudah mengikuti dua kali donor darah. Nia mengakui, kebiasaan itu membawanya pada kondisi kesehatannya yang kian terjaga.

 

Foto : Warga sekitaran PT PJB BPWC terlihat antusias mengikuti donor darah di Gedung Serbaguna Base Camp PT PJB BPWC

“Awalnya memang pening, itu biasa. Logikanya, pada saat darah ini bekerja dalam tubuh tanpa henti dan jumlahnya kian membanyak, akan membahayakan. Berbeda dengan dikeluarkan sebagian, selain penyegaran tubuh hal ini dapat dirasakan dampak positifnya. Saya sudah dua kali mengikuti donor darah, dan hasilnya cukup positif dirasakan,” pungkas Nia yang  merupakan warga Purwakarta ini.(jem/ays)