Puluhan PNS Pemkab Purwakarta Ikuti Tes Urine Mendadak

Foto : Para PNS di lingkungan Pemkab Purwakarta saat mengikuti pelaksanaan tes urine. Tes urine dilakukan mendadak untuk menciptakan etos pegawai PNS Purwakarta yang bebas menggunakan zat-zat berbahaya

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mengikuti tes urine. Kegiatan tes urine yang dilaksanakan di Gedung Bale Nagri (Gedung Negara) Setda Purwakarta ini dilaksanakan secara mendadak tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Bupati Purwakarta, H Dedi Mulyadi SH mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut tak lain untuk mengetahui dan terciptanya pegawai PNS Purwakarta yang bebas menggunakan zat berbahaya seperti Narkoba. “Dalam kegiatan ini, kita akan mengetahui pengguna yang menggunakan zat adiktif dan jenis narkoba,” ungkap Dedi, di sela-sela kegiatan tes urine, Rabu  (16/3/2016) di bale negeri.

Menurutnya, jika hasil tes urine ada PNS Purwakarta yang positif menggunakan jenis zat berbahaya tersebut. Maka, pihaknya tak akan segan segan memberhentikannya. “Jika memang ada yang positif diketahui menggunakan narkoba, maka kita akan berhentikan langsung pekerjaannya,” tegas Dedi.

Adapun PNS yang mengukuti tes urine tersebut diantaranya, pegawai dari eselon II dan eselon III A. “Kedepan, kita akan upayakan tes urine ini untuk semua pegawai di masing masing OPD,” terangnya.

Diketahui, jumlah pegawai yang mengikuti tes urine ini sebanya 56 orang dari dua eselon tersebut.

Sementara, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta yang melakukan tes tersebut mengakui jika hasil tes yang dilakukan pegawai Pemda ini akan diketahui dua hari kedepan. “Nanti dua hari dari sekarang hasilnya akan bisa diketahui. Dan, kita akan umumkan hasilnya perorangan,” jelas Bupati Dedi.

Menanggapi tes tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Purwakarta, Ir Herri Herawan mengatakan jika tes urine tersebut sangat perlu dilakukan. “Untuk meningkatkan etos kerja, tes ini perlu sekali dilakukan,” terangnya.(ays/dzi)