30 Juta Masyarakat Indonesia Miskin Energi

Foto : Ilustrasi.(Istimewa)

JAKARTA, headlinejabar.com

Terdapat sekira 30 juta masyarakat di Indonesia masuk dalam kategori miskin energi. Sebagian besar masyarakat golongan ini berdomisili di daerah pelosok dan perbatasan.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berpendapat, upaya jangka pendek yang harusnya dilakukan ialah mempersiapkan pembangkit listrik seserhana di pelosok daerah.

Dalam jangka pendek butuh berbagai upaya untuk dapat mengaliri listrik pada berbagai penjuru Indonesia. Pasalnya, apabila listrik telah teraliri, maka pertumbuhan ekonomi akan dapat tercapai. Presiden Joko Widodo sendiri usai meninjau proyek pembangkit listrik di sejumlah daerah yang mangkrak.

Baca Juga  Presiden Jokowi Minta Masukan Dari Para Ulama

“Butuh upaya jangka pendek, mencukupi secepat-cepatnya, dan juga untuk efisiensi rantai pasok,” jelas Sudirman Said, Selasa (10/7/2016).

Upaya jangka pendek yang dimaksud adalah dengan menyediakan pembangkit listrik sederhana pada sejumlah daerah di Indonesia.

Terdapat tiga upaya jangka panjang yang akan dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia guna memenuhi pasokan energi yang dibutuhkan.

Baca Juga  Korban Narkoba Rata-rata Usia Produktif

“Pertama adalah fundamental change dari pengelolaan subsidi. Subsidi digeser ke yang sifatnya produktif. Dari sisis energi, membuat subsidi dicabut akhirnya harga energi menjadi lebih efisien,” jelas Sudirman.

“Kemudian yang kedua adalah revolusi, dari semula bergantung pada fosil, sekarang kita melompat supaya energi baru dan terbarukan kita mendapat porsi yang cukup banyak,” imbuh Sudirman.

Baca Juga  Hadiri World Hydropower Class, Jasa Tirta II Dukung Penuh Pengembangan PLTA

Untuk energi baru dan terbarukan, pemerintah menargetkan akan penggunaan substitusi energi ini akan mulai dapat dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Rasio penggunaannya pun mencapai 25 persen.

“Lalu strategi ketiga adalah bagaimana mendorong efisiensi energi. Sesuatu yang selama ini belum disentuh dengan baik,” tutup Sudirman.(*)


Editor : Dicky Zulkifly