Duta Besar Jerman Tertarik Konsep Pembangunan di Purwakarta

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia, George Witschel (kanan). George Witschel memuji konsep pengembangan desa wisata dan sistem pendidikan yang ada di Purwakarta

PURWAKARTA, headlinejabar.com
Apresiasi terhadap Kabupaten Purwakarta kembali datang. Kali ini Duta Besar Jerman untuk Indonesia, George Witschel memuji konsep pengembangan desa wisata dan sistem pendidikan yang ada di Purwakarta. Hal itu diungkapkannya ketika mengunjungi Purwakarta, Kamis (14/1/2016) di Bale Nagri Purwakarta.

George mengungkapkan bahwa konsep wisata desa sangat baik dikembangkan untuk orientasi wisata secara holistik. Ia pun siap mengundang para turis Jerman untuk datang ke Purwakarta. “kami tertarik pada konsep wisata di Purwakarta, kami segera berkomunikasi dengan pemerintah daerah disini agar dibangun kampung turis agar turis Jerman bisa datang kesini,” kata George.

Selain Desa Wisata, konsep lain yang mengundang ketertarikan Duta Besar yang sudah tinggal selama 3,5 tahun di Indonesia ini adalah konsep pendidikan, Ia menilai upaya pembentukan karakter siswa di Purwakarta melalui program masuk sekolah jam enam pagi, bercocok tanam dan beternak sangatlah baik diterapkan untuk semua jenjang usia sekolah.

Dirinya berencana melengkapi konsep pendidikan ini dengan Olimpiade Pendidikan Aplikatif bidang pertanian dan peternakan. Menurutnya para juara oliampiade ini akan dibawa ke Jerman agar ada pertukaran ilmu dan pengetahuan antara Purwakarta dan Jerman. “Kita upayakan transformasi pendidikan melalui olimpiade ini,” ujar George

Ditempat yang sama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Purwakarta merupakan sebuah kawasan strategis karena daerah wisata, industri dan pertanian memiliki area masing-masing yang tidak tumpang tindih satu sama lain. Semua kawan ini sedang mengalami tahap pengembangan.

“Untuk daerah industri kami sangat membutuhkan ‘micro hydro energy’ untuk menciptakan energi listrik jadi ke depan listrik untuk rumah tangga dan industri memiliki proporsi sendiri-sendiri, Insya Allah ini segera terwujud melalui kerjasama dengan Pemerintah Jerman,” kata Dedi.(ays)