Kang Dedi : Papua Tempat Pengamalan Nilai Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh

Foto : Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggendong putra Papua dalam kemeriahan HUT Kota Jayapura, Papua, ke-106. Kang Dedi memandang, Papua adalah salah satu tempat untuk mengamalkan nilai silih asah, silih asih dan silih asuh

JAYAPURA, headlinejabar.com

Kemeriahan Hari Jadi Kota Jayapura ke-106 bukan hanya bisa dirasakan oleh warga asli Papua. Akan tetapi, masyarakat luar adatpun bisa merasakan langsung. Contohnya Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang terlihat sumringah saat menghadiri peringatan Hari Jadi Kota Jayapura ke-106. Acara ini berlangsung meriah dengan pertunjukan Grup Musik Emka 9 berkolaborasi dengan Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Lingkung Wayang Giri Harja 3.Tepatnya di Desa Koya Kecamatan Abepura Kota Jayapura, Papua, Sabtu (19/3/2016).

Dedi Mulyadi yang juga dikenal sekalu Budayawan Jawa Barat ini bisa merasakan langsung kemeriahan hajat Kota Jayapura bersama masyarakat sunda yang tergabung Komunitas “Sunda Ngumbara”. Komunitas iniĀ  telah lama berdomisili di Papua. Kang Dedi bisa merasakan langsung keramahan warga Papua dalam acara tersebut.

“Sebenarnya penduduk Papua adalah saudara yang konsisten menanamkan nilai-nilai Pancasila, sehingga terbangun rasa saling menghormati baik antar suku maupun antar agama. Kalau mau belajar tentang Pancasila ya di Papua tempatnya, masyarakat di sini hidup berdampingan tanpa perselisihan ideologi,” ungkap Dedi.

Dedi turut memotivasi masyarakat Sunda yang berada di Papua. Kang Dedi berpesan, masyarakat Sunda untuk senantiasa menjungjung dan menghormati sesama. Mampu menunjukan sikap mental bahwa masyarakat Sunda itu masyarakat yang damai.

“Papua adalah salah satu tempat untuk mengamalkan nilai silih asah, silih asih dan silih asuh,” papar dia.

Koordinator Komunitas “Sunda Ngumbara” Jacky mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Jacky menilai, Dedi telah dikenal sebagai budayawan yang berhasil memperkenalkan kebudayaan Sunda di mata dunia.

Jacky turut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang selalu tampil mengenakan pakaian khas Sunda kemanapun ia pergi.

“Beliau ini sudah dikenal sebagai budayawan Sunda yang memegang teguh nilai kesundaan, tidak hanya dalam pidato tetapi ia konsisten mengamalkan nilai-nilai kesundaan itu untuk diri dan masyarakatnya di Purwakarta. Terima kasih sekali beliau mau datang ke Papua menengok kami orang Sunda di sini,” tutur Jacky.

Dalam acara tersebut turut hadir Walikota Jayapura, Benhur Tommy Manoh dan Bupati Kerrom Selsius Watae. Dalam sambutannya, Walikota Jayapura Benhur Tommy menyampaikan apresiasi mendalam terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan masyarakat Sunda di Papua.

Menurutnya, ini sejalan dengan peribahasa ‘dimana bumi dipijak maka di situlah langit dijunjung’. “Sampurasun masyarakat Sunda dan Bupati Purwakarta yang telah turut meramaikan Hari Jadi Kota Jayapura ke-106,” kata Benhur dalam sambutannya.

Suasana haru muncul ketika Grup Musik Emka 9 membawakan sebuah lagu ‘buah rasa’ Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang berjudul “Surga di tanah Papua”.

“Saya terus terang ingin menangis dan terasa merinding seluruh badan saya, sebagai putra papua saya merasa terhormat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menulis lagu khusus untuk papua,” terang Walikota Benhur.

Seperti diketahui, hubungan emosial Kang Dedi dengan masyarakat Papua bukan terjalin kali ini saja. Akan tetapi, sejak lama ia sudah diberikan gelar “Anak Adat Papua” oleh Persatuan Kepala Suku Papua. Gelar tersebut baru pertama kali diberikan kepada orang yang berasal dari luar Papua.(dzi)