Asyik… Sharp Mobile Learning Station Kunjungi SDN 3 Nagrikidul Purwakarta

Foto : Kegembiraan para pelajar SDN 3 Nagrikidul Purwakarta saat belajar sambil bermain dengan pemandu dari PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) dalam kegiatan Sharp Mobile Learning Station.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Sukses mengunjungi Kota Cirebon dan Subang, Sharp Mobile Learning Station kini mengunjungi Kota Purwakarta. Sala satu tempat yang dikungjungi yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Nagrikidul Purwakarta, Jawa Barat.  PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) berbagi pengetahuan dengan anak-anak mengenai pelestarian lingkungan.

Sejauh ini memang, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dan juga perburan satwa liar yang dilindungi di Indonesia kian marak. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Brand Strategy Group General Manager PT SEID Haruhiko Sano mengungkapkan, berangkat dari hal itu, PT SEID menyelenggarkan kegiatan corporate social responsibility (CSR) ‘Sharp Mobile Learning Station’. Ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan ajakan terhadap masyarakat untuk peduli lingkungan dan konservasi.

“Di awal tahun 2016, PT SEID menambahkan fungsi armada pelayanan purna jualnya ‘Sharp Mobile Learning Station’ yang menjadi pusat edukasi bagi siswa sekolah dan masyarakat. Sharp melengkapi kendaraan ini dengan buku-buku bacaan yang edukatif, audio visual system, wifi dan beragam permainan yang mendidik,” jelas Haruhiko kepada headlinejabar.com, saat mengunjungi SDN 3 Nagrikidul Purwakarta, Kamis (3/3/2016).

Tahap pertama, lanjut dia, mobil belajar milik Sharp ini akan berkeliling ke kota-kota di Pulau Jawa untuk mengunjungi sekolah-sekolah dasar guna menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Kesadaran mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati harus ditumbuhkembangkan pada masyarakat sejak dini, melalui ‘Sharp Mobile Learning Station’ memudahkan Sharp menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam menyebarkan pesan peduli lingkungan,” papar dia.

Dalam kegiatan ini, PT SEID membagikan informasi mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan cara yang menarik dan menyenangkan, seperti pemutaran film, permainan, kuis, dongeng, pertunjukan boneka dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, ‘Sharp Mobile Learning Station’ pun memberikan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, koservasi lingkungan, dan perilaku hidup sehat guna meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas anak-anak.

“Kami yakin dengan pendekatan seperti ini, akan mempermudah anak-anak untuk memahami materi yang diberikan dan mulai tergerak melakukan sesuatu untuk lingkungan,” ungkap Haruhiko Sano.

PR, CSR dan Promotion Manager PT SEID, Pandu Setio mengharapkan, melalui mobil belajar Sharp, para siswa dan masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mulai melakukan aksi nyata serta menularkan kesadaran akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan hidup kepada lingkungan terdekat mereka.

“Tidak hanya itu, pada kesempatan ini, PT SEID pun menyelenggarakan program servis keliling dengan memberikan pelayanan servis gratis dan discount 50 persen untuk penggantian suku cadang. Program ini dilaksanakan selama dua hari di toko prioritas, Jl Veteran Purwakarta, Sharp tidak pernah berhenti untuk memuaskan kebutuhan akan layanan purna jual kepada konsumen setianya,” tutur Pandu Setio.

Guru Kelas 5 SDN 3 Nagrikidul Purwakarta Erni Asmawati SPd menuturkan, endidikan ini cukup positif, anak-anak diajak memahami permasalahan lingkungan di sekeliling. Khusus pelestarian flora dan fauna, kondisi lingkungan Indonesia seperti apa dengan berbagai persoalannya disampaikan kepada anak untuk menjadi bekal di masa ini dan masa depan. Ada 100 pelajar dari kelas 5 dan 6 yang mengikuti kegiatan edukasi Sharp Mobile Learning Station ini.

“Saya lihat materi yang disampaikan, dan semua hal yang dilihat sudah dilakukan di SDN 3 Nagrikidul. Cuman mungkin, sekolah tinggal mem-follow up untuk lebih dikuatkan lagi. Khususnya sekolah akan menguatkan program satu kelompok pelajar punya tanaman,” tutup dia.(dzi)