Guru Wajib Dalami Wawasan HAM

Ist. Guru Pendidik Sekolah Dasar

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Kualitas tenaga pendidik di era sekarang meski memiliki pengetahuan yang cukup terutama mengenai persoalan pelanggaran hukum hak asasi manusia. Pasalnya, ketika guru tengah melaksanakan metode pengajaran yang bersinggungan dengan HAM, bisa-bisa berakhir di meja hijau.

Demikian disampaikan Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kampus Purwakarta Drs. Turmudi, M.Sc, M.Ed, Ph.D usai memberikan pembekalan kepada 223 mahasiswa UPI Kampus Purwakarta yang akan mengikuti masa orientasi kampus dan kuliah umum (Mokaku), Selasa (25/8) kemarin.

Menurutnya, kualitas tenaga pendidik yang dihasilkan dari UPI harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sudah merupakan ketentuan umum di bidang pendidikan seperti memiliki kompetensi pedagogik (praktek mendidik anak), kompetensi keilmuan, kompetensi pengetahuan dan profesional.

“Standar umum yang menjadi acuan dalam melahirkan calon guru baru di UPI menjadi sebuah keharusan sehingga nantinya menghasilkan kualitas tenaga pendidik yang handal dan profesional,” kata Turmudi.

Menjawab pertanyaan, Direktur UPI Purwakarta mengatakan adanya persoalan guru yang berurusan dengan hukum terkait dengan metode pedagogik itu erat kaitannya dengan kemampuan guru yang tidak memahami aturan hukum termasuk HAM.

“Memang adanya oknum guru yang melaksanakan metode pedagogik secara berlebihan akan menimbulkan ekses yang berakhir di meja hijau,” jelasnya.

Dalam konteks masa orientasi mahasiswa baru, Direktur UPI Kampus Purwakarta mengatakan masalah perpeloncoan yang tidak diperkenakan selama masa pengenalan kampus sudah menjadi komitmen seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Di Kampus UPI sendiri, kami dari rektorat akan memberikan sanksi tegas kepada panitia ataupun senior yang masih menggunakan sistem perpeloncoan selama masa orientasi ini,” tuturTurmudi.

Hal senada disampaikan Wakil Direktur UPI Kampus Purwakarta H. Agus Muharam yang sudah mengingatkan panitia Mokaku agar menghindari praktek-praktek perpeloncoan terhadap mahasiswa baru UPI kampus Purwakarta.

“Pokoknya kalau ada perpeloncoan mahasiswa baru di UPI kampus Purwakarta segera laporkan kepada kami,” kata Agus Muharam.(dzi)