Mahasiswa KKN UNJ Selalu Rindukan Desa Cikaobandung Purwakarta

Foto : Kepala Desa Cikaobandung Pupung Puryanti saat menerima kenang-kenangan dari mahasiswa KKN Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di halaman Kantor Desa Cikaobandung Jatiluhur

PURWAKARTAheadlinejabar.com

Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) usai melaksanakan program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Cikaobandung Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mereka menggelar KKN sejak 7 Januari sampai 12 Februari 2016. Sebelum kembali ke Jakarta, 29 mahasiswa dari berbagai fakultas UNJ ini memberikan kenang-kenangan berupa tempat pembuangan sampah dan buku kepada Kepala Desa Cikaobandung.

Ketua Kelompok KKN UNJ  Aslam Louis mengatakan, seluruh Desa Cikaobandung Jatiluhur menjadi desa yang ditunjuk kampus berdasarkan analisa permasalahan yang ada. Namun, mahasiswa tidak diberitahukan apa yang mesti dibantu dan diselesaian di desa tersebut. Menurutnya, seluruh mahasiswa dituntut kreatif dan menggali permasalahan yang ada dengan berkoordinasi langsung dengan pejabat dan masyarakat desa setempat.

“Kami datang sebanyak 29 orang, awalnya seluruh peserta KKN berjumlah 30 orang, satu peserta mengundurkan diri. Penempatan KKN di Cikaobandung berdasarkan pilihan research kampus, dan kami mencari objek permasalahan dengan menyusuri sendiri,” ujar Aslam, yang merupakan mahasiswa Fakultas Mipa UNJ ini, di Desa Cikaobandung, Jumat (12/2/2016).

Sejak terjun langsung ke masyarakat sejak 7 Januari lalu, mahasiswa menemukan berbagai masalah. Diantaranya pendidikan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan. Dari hasil itu, mahasiswa mencarikan solusi dengan menyiapkan sarana kebersihan dan buku bacaan.

“Kami menyumbang buku ke desa, ada juga yang mengajar di SD, SMP dan SMK, selama dua minggu kami fokus mengajar. Dari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan banyak pelajaran. Khususnya sikap kekeluargaan yang ditunjukan antara warga dan masyarakat di sini,” terang dia.

Meski di antara mahasiswa KKN tidak ada yang fokus dengan kesehatan, mereka melakukan pengabdian dengan mengurusi pengobatan anak yang memiliki penyakit mata. Namun, dengan kerja sama dan dukungan masyarakat, anak tersebut bisa diberangkatkan berobat. 

“Masyarakat dan aparat di sini ramah, tidak seperti di Jakarta. Kami dekat dengan warga, ketua RT RW dan kami bebas melakukan kegiatan KKN karena kemananan di sini. Juju dari kampus kami tidak diberi bekal permasalahan, kami datang ke sini survei bergerak sendiri,” tutur dia.

Ke 29 mahasiswa UNJ itu berasal dari Fakultas Ilmu Sosial, Mipa Pendidikan, Ekonomi dan Teknik. Bahkan di antara mereka ada yang mengusi anak berkebutuhan khusus. Akibat banyak yang sudah dilakukan, hampir seluruh mahasiswa merasakan tidak ingin kembali ke Jakarta. Selain betah, menurut mereka tinggal di desa jauh lebih nyaman.

“Sedih meninggalkan desa ini. Kami tidak akan menunggu selesai sarjana. Saat liburan semester, kami akan berkunjung lagi ke Desa Cikaobandung. Banyak hal yang kami dapatkan di sini. Khususnya saat membantu administrasi pemerintah desa, membantu kebersihan lingkungan dan menggelar perlombaan agamis pentas seni Islam, MTQ, Pildacil, dan hafidz quran,” terangnya.

Sementara Sijis Taaniyah mahasiswi Fakultas Ekonomi UNJ, mengaku banyak pengalaman yang didapat selama sebulan lamanya di Cikaobandung. Selain sikap ramah dan kekeluargaan, seluruh peserta KKN UNJ merasakan berkunjung ke objek wisata di Purwakarta.

“Kangen suasananya kaya keluarga sendiri. Rencananya kami akan berkunjung kembali ke sini. Selama satu bulan, mahasiswa sudah mengunjungi Situ Buleud, Jatiluhur dan berkeliling kampung. Sebelum pulang, kami memberikan kenang-kenangan kepada pihak desa,” papar Sijis.

Kepala Desa Cikaobandung Pupung Puryanti menyebutkan, mahasiswa akan dilepas pulang ke Jakarta pada hari Sabtu (13/2/2016) besok. Sebelum kembali ke Jakarta, mereka akan berramah tamah dengan seluruh pejabat desa dan warga. Di hari ini, mahasiswa UNJ akan membagikan hadiah hasil perlombaan.

“Kami menyambut baik kedatangan mereka, bahkan kami selalu mengharapkan dikunjungi mahasiswa KKN. Kami meyakini, akan menjadi pelajaran baik bagi desa saat dibantu oleh mahasiswa. Selama sebulan, kami merasa terbantu dengan kegiatan KKN mahasiswa UNJ,” pungkas Kades Pupung.(aga)