Pakar Latih Intelektualitas, Jasmani, dan Rohani

Pecinta Kelestariaan Alam Al-Muthohhar (Pakar)

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Kegiatan Pendidikan Pecinta Alam sering dikaitkan dengan berbau kekerasan (bullying). Seperti yang kita ketahui, banyak kejadian yang memilukan bahkan sampai memakan korban.

Sejatinya, perisiwa itu tak perlu terjadi, terutama disebabkan adanya dugaan bullying. Karena, memang, hal itu tak sesuai dengan tujuan organisasi kepecintaalaman didirikan. Jelas, tak ada hubungannya antara pendidikan cinta alam dengan kekerasan fisik.

“Sebetulnya tidak ada hubungan nya antara pendidikan sama kekerasan,” Begitu yang diutarakan Pembina Pecinta Kelestariaan Alam Al-Muthohhar (Pakar) Tedi Selling kepada HeadlineJabar, Kamis (10/09/2015).

Pakar merupakan Organisasi Siswa Pecinta Alam (Sispala) atau terkenal dengan nama Ekstrakulikuler yang ada di MA Al-Muthohhar Plered Purwakarta.

Sudah didirikan sejak lama (1995), namun Pakar tidak pernah menghadirkan suasana yang tidak kondusif, apalagi sampai memakan Korban.

“Pakar sudah didirikan sejak tahun 1995, lebih tepat nya 23 Februari 1995. Namun kegiatannya engga pernah ada sampai memakan Korban,” tuturnya.

Kegiatan kepencintalaman seyogianya dibentuk untuk meningkatkan intelektualitas, jasmani, dan rohani. Bahkan landasan terbentuknya pecinta alam itu untuk menampung dan sebagai wadah atau sarana generasi muda.

“Kegiatan pecinta alam untuk meningkatkan jasmani dan rohani, tak lupa intelektualitas juga. Bahkan dibentuk nya Pecinta Alam itu untuk menampung dan wadah sarana untuk generasi muda,” lanjutnya.

Di Pakar sendiri, landasan yang telah disebutkan tadi dituangkan dalam bentuk kegiatan positif. Contoh nya saja Agenda yang akan di laksanakannya, yaitu penanaman 1000 Pohon.

“Agenda terdekat kami, yaitu akan menanam 1000 pohon,” jelasnya.(aga)