SMPN 3 Purwakarta Masih Gelar UN Konvensional

Foto : SMPN 3 belum menggelar UNBK, hal ini disebabkan karena masih menggunakan kurikulum 2006.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Purwakarta belum menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tahun sekarang. Hal ini disebabkan karena sekolah tersebut masih menggunakan kurikulim pendidikan tahun 2006. Sementara, UNBK dilaksanakan bagi sekolah yang menggunanakan teknis kurikulum pendidikan tahun 2013 (Kurtilas).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Purwakarta Sumarni SPd menyebutkan, tahun ini sekolahnya menggelar UN dengan cara lama atau konvensional menggunakan soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN). Namun demikian, pihaknya berharap SMPN 3 bisa menggelar UNBK seperti yang diprogramkan oleh kementerian.

“Karena UNBK berlaku bagi sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013, sementara di kita masih mengacu pada kurikulum 2013. Tidak jadi masalah, karena UNBK dan UN konvensional sama legal. Masih banyak sekolah juga yang belum siap melaksanakan UNBK secara serentak,” papar Sumarni baru-baru ini.

Ada beberapa hal yang mesti disiapkan oleh sekolah pada saat ingin menggelar UNBK. Pertama menggunakan sistem kurikulum pendidikan terbaru, dan kedua menyiapkan sarana dan fasilitas penunjang. Sementara, sekolah masih kekurangan dalam penyediaan komputer dan jaringan interntet terstandarisasi UNBK.

“Ya harapannya kami bisa menggelar UNBK. Namun untuk tahun ini, kami menyatakan belum bisa menggunakan UN berbasis online. Ada banyak hal yang harus disiapkan salah satunya sarana dan fasilitas penunjang,” ungkap dia.

Ada banyak persyaratan yang mesti dipenuhi sekolah peserta UNBK tahun ajaran 2015 Р2016.  Satu di antaranya sekolah menyiapkan petugas khusus labolatorium komputer masing-masing satu orang proktor dan teknisi. Kemudian, sekolah dituntut menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi minimal standar UNBK. Selain itu, sekolah menyiapkan jaringan internet dengan bandwidt minilam 1 mbps dan fasilitas local area network (LAN).

Menanggapi hal ini, Anggota Komite SMPN 3 Purwakarta Rohendi menilai tak jadi masalah selama sekolah menyanggupi dan pemerintah pusat sampai daerah mensuport bantuan kebutuhan yang ada. Namun, di sisi target realisasinya, pihaknya membenarkan SMPN 3 Purwakarta tidak melaksanakan UNBK di tahun ini.

“Ketentuannya UNBK dilaksanakan bagi sekolah yang mampu, dari sisi fasilitas, sarana, dan sumber daya manusia. SMPN 3 Purwakarta belum melaksanakan UN online di tahun ini,” tutur Rohendi.(aga)