Bertekad Jadi Pelajar Purwakarta Istimewa

Foto : Ketua OSIS SMAN 2 Purwakarta Aris Dwiyanto

BELAJAR sudah menjadi kewajiban setiap manusia. Khususnya bagi seorang muslim, tuntutan mencari ilmu mulai diterapkan sebagai hukum wajib sejak lahir sampai kembali ke liang lahat. Dengan belajar dan berpendidikan, seseorang mampu duduk di derajat paling istimewa.

Demikian halnya konsepan hidup yang dicanangkan sosok pemimpin di lingkungan pelajar SMAN 2 (Smanda) Purwakarta ini. Sosok muda bernama lengkap Aris Dwiyanto mendapatkan banyak pembelajaran baru selama sekolah.

Diantaranya, tuntutan menjadi Pelajar istimewa yang didorong sebagai acuan baku pendidikan di Purwakarta. Menurutnya, aturan yang diterapkan di Purwakarta menyoal pendidikan sudah tepat.

“Mulai masuk jam pagi, larangan membawa kendaraan bermotor, larangan merokok, larangan pacaran, sampai pelajar dituntut untuk mandiri. Ini merupakan penanaman sikap mandiri serta lieadershi pelajar,” jelas Aris.

Pelajar berprestasi sekaligus Ketua OSIS Smanda ini memandang, konsep pelajar Purwakarta istimewa merupakan motifasi tersendiri bagi pelajar. Salah satuny, tetap berlomba-lomba dalam kebaikan dan tetap belajar.

“Bedanya antara pelajar organisatoris dan non organisatoris, di sisi tanggung jawab. Pelajar yang tidak aktif di organisasi, mungkin sesudah selesai belajar formal bisa langsung pulang. Saya nggak, saat bel pulang berbunyi, saya langsung ke belakang, ke ruang OSIS, rapat dan diskusi,” terangnya.

Tanggung jawab yang dimaksud, aktivis sekolah mesti bisa memenej waktu. Pasalnya, akademik kurikulum mesti di kejar, di samping pembelajaran informal di wilayah organisasi.

“Pesan saya bagi seluruh pelajar di Purwakarta, tetap optimis dan semangat. Karena begitu banyak godaan bagi anak seusia kita. Khususnya godaan malas,” pesan peserta didik berusia 16 tahun ini.

Prestasi anak yang lahir dari pasangan Drs Mulyadi dan Ratiawati ini cukup gemilang. Salah satunya berturut turut meraih rangking 1 di kelas X dan XI. Kemudian Aris juga meraih rangking 1 pararel se SMAN 2 Purwakarta.

Di samping itu, anak yang menyukai Ekskul bola basket ini sempat menoreh sejarah dengan membawa penghargaan juara umum 2 lomba debat Unpad tingkat Provinsi Jawa Barat. Selain itu, pihak sekolah memandang Aris sebagai anak emas yang bisa memenuhi proses akademik dengan baik.

“Saya sekarang kelas XII IPA. Dan hampir menyelesaikan amanah tugas yang diemban. Impian saya, proses berpendidikan ini dijalankan maksimal. Sehingga apa yang dicita-citakan tercapai,” ungkap pemuda yang tinggal di Perum Griya Asri RW 08 RT 11 Ciseureuh Purwakarta ini.(dzi)